Untukmu Yang Terdalam

Muhammad Sopian
Karya Muhammad Sopian Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Juli 2016
Untukmu Yang Terdalam

Untukmu yang terdalam, entah siapa? Bersabarlah dalam penantianmu, biarkan Tuhan yang mengatur plot kebahagiaan kita, biarkan Dia yang menghias segala buruk perilaku kita. Sebab, kesempurnaan cinta tidaklah membutakan, tidak pula menampakkan hasrat ingin menyatu sebelum di persatukan, tidak pula egois dalam menetapkan. Biarlah, biarlah anggunmu terjaga, biarlah kecerdasanmu tercermin dalam budi pekerti hidupmu, dalam teladanmu kepada Rasul-mu, Rasul kita yang kelak bersaksi untuk cinta kita, cinta yang dibangun atas dasar cinta-Nya, cinta yang dibangun karena taqwa. Bersabarlah, terus percantik diri.
 
 
Untukmu yang terdalam, jika suatu waktu kamu mendapati kebahagiaan terpancar dari mereka-mereka yang merajut cinta sebelum ijab qabul diucapkan, ketahuilah, itu semua adalah kebahagiaan semu yang mereka buat-buat, ilusi, fatamorgana, romantisme tak bertuan. Aku mengerti ketika itu mungkin kamu iri bukan? Sekali-kali jangan, jangan kamu iri dengan senda gurau yang mereka tengokkan, pun jangan kamu tergoda untuk serupa merasakan, sebab, keabadiaan cinta adalah yang direstui Pencipta bumi langit dan seisinya. Iya, Dia Allah Azza Wajalla.
 
 
 
Untukmu yang terdalam, jika pada akhirnya semua tak seindah kehendak kita, berarti plot cerita telah berubah, Allah mungkin sedang menyusun kejutan baru dan mungkin lebih spesial, sebuah mystery box, kantong ajaib, amplop misterius yang berisi pesan singkat, ya boleh jadi nama-mu atau dia yang ditakdirkan untuk-ku, untuk-mu.
  
 
 
Untukmu yang terdalam, yakinlah waktu itu akan segera datang, tanpa basa basi Allah akan segera mempertemukan kita, dan untuk kamu, pahamilah, aku adalah lelaki asing yang tak kamu kenal, aku tidak pernah ada dalam benakmu mungkin, ketampananku tak jua setingkat dengan harapanmu, maka kamu jangan terkejut jika suatu waktu kamu dapati aku jauh dari ekspektasimu. Karena kebaikan dunia tidak terbatas hanya menurut persepsi pribadi. Bumi boleh saja menurut banyak orang berbentuk bulat, aku sama sekali tidak perduli, bagiku kebulatan tekadku untuk menjemputmu dalam kehalalan jauh lebih penting, menyangkut kebahagiaan banyak orang. Ya, itulah cinta kita. Cinta yang tumbuh berkat kehendak Allah, alam, makhluk dan seisinya.
 
 
Untukmu yang terdalam, jika kelak masanya tlah tiba, namun aku tidak datang menjemputmu. Ketahuilah, mungkin aku tlah merubah arah pelayaranku, mengatur ulang rute yang harus aku lewati, mencoba menjelajah lebih jauh makna kesabaran, ketaqwaan, kecintaan pada pencipta alam dan segala bentuk perjalanan hidup. Ya, hidup penuh dengan pilihan memang, dan cepat atau lambat pilihanku akan tampak, semua orang akan tahu apa yang aku pilih adalah yang terbaik, walaupun aku yakin akan ada banyak pertanyaan yang kemudian datang, namun itu biasa, dan sangat mutlak dalam hukum kausalitas. Maka, tersebab kita tak saling mengenal, kita tak saling sapa, tak saling merajut janjilah yang kemudian menjadikan tidak ada penantian antara kita, tidak akan ada yang dikecewakan dan tersakiti. Bersabarlah dengan kebaikan, do'a - do'a-mu yang merinduku akan tertambat kelak dengan do'a - do'a-ku yang juga merindu sosok sepertimu. Jika Allah berkehendak.
 
 
Untukmu yang terdalam, jangan bersedih jika akhirnya kita tidak berjodoh, Allah lebih kuasa atas kita, Dia lebih tahu yang baik untuk kita. Tangguhlah, buatlah hatimu tangguh menghadapi lekukan hidup.
 
 
 
*ashsoft
 
 

  • view 241