Jalan yang Mana

Asep Kamaludin
Karya Asep Kamaludin Kategori Agama
dipublikasikan 20 Maret 2016
Jalan yang Mana

Jalan ini panjang, mungkin bagi sebagian akan terasa pendek. Jalan ini terkadang lurus atau berkelok. Jalan ini sunyi-senyap, terkadang hingar-bingar. Jalan ini menanjak dan sesekali menurun. Jalan ini terlihat gelap-gulita namun terkadang terang-benderang. Itulah jalan hidup kita; jalan yang selama ini kita tempuh. Jalan yang dapat membuat kita memahami sesuatu. Jalan yang terkadang melelahkan hingga ingin berhenti saja tanpa meneruskan untuk melaluinya. Namun ada kalanya jalan yang sama itu justru yang membuat kita bangkit dan menguatkan hingga rasa lelah pun tak terasa telah menghampiri hingga semangat untuk melanjutkannya kian menggelora.

Manakah jalan yang telah dan sedang kita tempuh? Nun jauh disana terbentang harapan, asa dan cita yang kita damba. Jauh di pelupuk mata, rasa yang telah terkikis akan kembali memberikan warna baru jika harapan itu belum sirna. Dan setiap langkah kaki ada perhitungannya.

Sesekali tengoklah ke belakang untuk meyakinkan bahwa jalan kita aman dari segala marabahaya. Disana akan kau temukan secercah cahaya yang bisa membimbingmu jika kau mampu memaknainya secara harfiyah dan lahiriyah. Dan itu adalah pilihanmu untuk memaknainya atau tidak.

Dan biarlah semua itu berlalu, karena memang begitulah semestinya. Karena jalan yang akan kita lalui, mungkin saja orang lain telah melaluinya terlebih dahulu; tentunya dengan kadar dan keadaan serta kondisi yang tidak sama.

Selamat menempuh jalan hidupmu, dan kelak di penghujung jalan ini, kita akan ditanya tentang jalan mana yang telah kita tempuh; untuk dipertanggung-jawabkan, tentang hingar-bingar kejadian yang kita jumpai selama menempuhnya

  • view 144