Rekayasa Kegundahan

Asep Kamaludin
Karya Asep Kamaludin Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 19 Maret 2016
Rekayasa Kegundahan

Telah lama kunantikan senja; walau pada kenyataannya tak perlu aku tunggu karena ia kan datang menghampiri secara alamiah sesuai kodratnya.

Senja pun perlahan datang menghampiri, diiringi nyanyian romantis sang alam serta alunan musiknya ?yang menentramkan.

Aku pun bertanya pada diri sendiri, kenapa kuharus menunggu sang senja? Mungkinkah aku sedang dilanda kegundahan?

Ya, dalam diriku terdapat kegundahan yang kian menjadi, meremas persendian kalbuku sehingga ku dibutakan oleh suasana asing yang mencekam.

Tak bisa kupungkiri, bahwa hal itu ada obatnya. Obat yang bisa menetralkan suasana jiwa dan emosi untuk kembali kepada fitrahnya.

Fitrah inilah yang suatu saat akan menjadi sebuah rujukan untuk dijadikan bekal saat melanglang-buana, menapaki sisi gelap kehidupan yang kadang menjalaninya harus diraba-raba, tanpa kepastian dan kadang penuh kesangsian.

Sosok fitrah inilah yang kemudian menjadi dambaan setiap insan. Karena wujudnya yang polos dan apa adanya ini mampu menimbulkan kasih sayang yang hakiki dan tidam dibuat-buat. Sebuah kasih sayang yang timbul karena ada dorongan untuk menjalin kasih dan sayang.

Kini aku pun sadar, bahwa kegundahan itu pada hakikatnya memang tidak ada. Yang menjadikannya ada karena memang kita sudah tidak fitrah lagi.

  • view 97