Lokalisasi Hati

Asep Kamaludin
Karya Asep Kamaludin Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 06 Februari 2016
Lokalisasi Hati

Di ujung harapan dan angan-angan, terbentang luas padang pertahanan kebaikan dan keburukan. Jinaknya hati dan sanubari adalah anugerah yang sungguh tak ternilai harganya. Adakalanya kita harus mengemis dan mengiba pada diri sendiri bahwa waktu adalah sasaran empuk untuk mencari pembenaran. Lain dari pada itu, kita berjuang tanpa ujung untuk bisa menggelamkan perasaan dalam membulatkan tekad menuju kemandirian.

Hati tak bertuan seyogyanya harus dilokalisasi; digembleng dengan tempaan para pandai besi agar sang hati bisa dibentuk sesuai kodrat dan naluri kemanusiaan.

Adakalanya kita tergelincir untuk berbuat sewenang-wenang demi kepuasan hati, yang semuanya bermuara pada idealisme dan arogansi yang tak terbendung membentuk bola-bola api panas yang siap membakar apapun yang ada di hadapannya.

Tak ada keistimewaan dalam diri kita selaku makhluk yang lemah untuk membela hati nurani yang terpojokkan oleh lingkungan sekitarnya yang menghujamnya secara subjektif.

Bilakah ada tempat itu, sudah seyogyanya kita senantiasa membaktikan diri ini agar terhidar dari kesewenang-wenangan memanjakan hati yang sudah terlalu dalam terperosok ke dalam dunia fatamorgana yang nampak semu dan terlindas oleh cahaya kegelapan.