Buasnya Egoku

Asep Kamaludin
Karya Asep Kamaludin Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 06 Februari 2016
Buasnya Egoku

Egoku, sungguh buas tak seperti yang kukira. Kau menjelma menjadi serpihan kecil yang menyusup memasuki rongga hatiku. Menggerogotinya hingga hilang kendaliku. Luapan emosi pun tak tertahankan, meledakkan amarah dan menghantam siapa saja yang ada di depannya tanpa pandang bulu.

Ketika kesadaran itu hilang, aku pun terjerembab dalam lembah nista yang aku pun tak menyadarinya. Karena yang kutemukan adalah kenyamanan yang padahal aku telah bersembunyi di balik kenyamanan egoku yang menyesatkan tanpa menyadarinya.

Sesal pun datang menghampiri, menghujam sanubariku hingga aku lemas terkulai. Dalam buaian penyesalan, aku memohon dan meminta agar bisa mengendalikan egoku. Segala upaya pun terus dilakukan agar sang ego bisa mendapatkan kedudukan yang layak.

Bagai menancapkan paku ke dalam kayu, walaupun pakunya sudah dicabut tetapi bekasnya akan tetap ada. Segaimana aku telah menembakkan egoku terhadap orang-orang yang tak berdosa, harus menelan pahit keegoanku yang tak selayaknya ia dapatkan.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Babak kehidupan pun harus dilakoni. Yang ada hanyalah tinggal menata diri, berharap egoku bisa kukendalikan dikala susah ataupun senang.

Waktu pun terus bergulir tanpa henti, sementara diriku pun kan terus tergerus waktu. Dengan tetap berpijak pada perubahan diri menuju insan yang bermanfaat, bukan bermudharat.