Kisah Cinta Tukang Becak

Asep Bahtiar Pandeglang
Karya Asep Bahtiar Pandeglang Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 Mei 2017
Kisah Cinta Tukang Becak

Malam ini, ditengah derasnya hujan, tiba-tiba suara Aminah mengagetkan lamunanku
“Kak, aku pingin punya pacar”
“Gak pantes"
“Maksud kakak?"
“Kamu gak pantas ngomong begitu”
“kok bisa?"
“Kamu begitu cantik, banyak lelaki yang mengantri mendapatkanmu, kamu juga pintar, cerdas, solihah, kenapa bertanya begitu kepadaku?"
Aminah menunduk
”Minah, apa kakak harus mencarikan lelaki terbaik untukmu?“
Aminah membisu
“Daripada kucarikan lelaki yang tak pasti untukmu, mending yang pasti-pasti aja, sama kakak aja.... kamu mau?”
Aminah menggelengkan kepala, “kakak kan sudah punya pacar?"
“Akan kuganti dia denganmu, biar dia tetap berstatus pacar, sedangkan engkau akan menjadi istriku"
“Apa kak? ih, aku belum mau menikah?"
“Aku tunggu kuliahmu selesai"
“Nunggu setahun?"
“Boleh"
“Dua tahun?"
“Boleh, akan tetap kutunggu, asal kamu komitmen mau menikah denganku”
“Aku pikir-pikir dulu deh kak”
“Tapi malam ini kita pacaran ya”
“Gak tau deh, nanti kupikir-pikir lagi”
“Tapi jangan lama-lama, gara-gara pertanyaanmu yang aneh-aneh itu, malam ini aku terlanjur cinta sama kamu”
“Pacar kakak gimana?”
“Percayalah, malam ini dia sudah bukan pacarku”
“Oke deh, nanti kupikir-pikir lagi”
“Pastikan saat kamu kembali, aku sudah bisa ngucapin sayang sama kamu”
Aminah memperhatikan suasana sekitar
“Hujannya sudah reda kak, pulang yuk !!”
“Ayok !!, naik motor atau becak? naik becak aja ya? kakak yang bawa becak nya”
“Hemm... oke deh, ngomong-ngomong kakak pekerjaannya apa?”
“Aku? aku hanyalah seorang tukang becak”

 

*********

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)

*********

 Senin 22 Mei 2017

 Asep Bahtiar Pandeglang

 

 

  • view 192