Kalkulasi Cinta

Asep Bahtiar Pandeglang
Karya Asep Bahtiar Pandeglang Kategori Puisi
dipublikasikan 08 April 2016
Kalkulasi Cinta

Ku akui kamu cantik, tapi bukan berarti aku suka. Mataku tidak buta visualisasi, sekali lihat yang menarik langsung jatuh cinta...

?

Husshh... !! jangan ngawur. Mataku penuh indoktrinasi, penuh spekulasi dan kalkulasi, untuk mencintai saja aku harus mikir tujuh kali. Ruginya berapa kali untungnya berapa kodi. Cinta butuh spiritualitas jiwa, tidak hanya pengorbanan jasmani belaka.

?

Apa..?! minta kepastian ?! jangan ngawur ah !! Cinta itu timbangannya lebih berat dari ribuan ton emas yang di keruk PT freeport. Temanku bilang begitu kok. Ngomong aku cinta kamu sih gampang, tapi substansi dan tanggung jawabnya sebesar gunung karang. Lagipula aku tidak mau ada tepat menepati janji, menikahi kamu, janji bahagiain kamu.

?

Yang nentuin nikah kan gusti Allah, yang juga mengatur bahagia kita. Bukan orang tua, sahabat, atau sanak keluarga. Kenapa jodoh di tangan tuhan? karna dari jodoh itulah akan lahir bayi ingusan. Hidup matinya telah digariskan, dia kan lahir dari ibu ayah siapa, lahir meninggal di mana. Maka jodoh tak bisa diprediksi, termasuk oleh akal kita yang sempit?

?

Kalau ada orang bilang jatuh cinta. Well..well..well.. itu 100% bullshit. Sama saja dia ngelunjaki takdir. Memang dia bisa melawan kehendak ilahi ? Janjiin kamu kawin ?!. Melamar saja gak becus, belum sampe rumah udah mampus, mending makan tuh daging tikus.

?

Cinta gak bisa diakumulasi. Tak bisa dispekulasi. Tak bisa dikalkulasi. Tak ada matematika dalam urusan cinta. Tak ada sosialisasi angka dalam asmara.

?

Celaka !!. Gara-gara cinta aku dibilang gila.

  • view 386