Kutimba Sumur

Asa Perwira
Karya Asa Perwira Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Kutimba Sumur

Langkah kaki mantap pasti
Nuju sumur penghidupan
Tak mengapa harus kuturuni bukit, mengambil penggerek timba
Dan mendaki gunung demi meraih airnya
Menyusur pelosok desa, menerjang terjal dan beceknya pematang
?
Masih misteri, hingga kapan aku akan begini
Tak apa, asal Sang Penuntun tak tinggalkan aku tersesat
Meski bala cendekiaku hanya menyeru 'semangat'
Tanpa mau paham selaksa sebak dalam dada
Meski para pejuang pena menuliskan guratan-guratan langkahku
Saat mengintip di balik tebing nan rapuh
Tanpa sejenakpun menawarkan tangannya padaku
Sekalipun terhujam sepi berselubung hiruk pikuk
Namun tak patut aku meremuk
?
Ya, tiada alasan lagi untuk menyerah
Tetaplah aku mendaki, menimba, mengumpulkan air
Dengan ember yang acapkali berlubang
Akan kubanjiri pesisir dosa nan tandus
Agar jadi teluk harapan
Dimana bahtera ilmu akan berlabuh
Dan akan membawaku kepada samudera cinta
Ilahi Yang Kuasa
?
*Purbalingga, 9 Februari 2016 - 19.09