Celoteh Jas Almamater dengan Seragam Pabrik

Asa Perwira
Karya Asa Perwira Kategori Puisi
dipublikasikan 02 Februari 2016
Celoteh Jas Almamater dengan Seragam Pabrik

Pagi merayap

Iringi langkah sedap

Sang perawan pabrik berseragam lengkap

Memecah senyap

?

Sampailah ia di halte

Termangu menunggu angkutan

Berdiri sepi

Merenung sebongkah janji

Pada kawan masa SMA

"Eh, kita nanti gandengan lagi

di taman bintang kampus sana?

Sedetik berlalu, datang gadis belia

Berbalut jas perang universitas

Seragam pabrik mengajaknya bercengkerama

?Oi, jaster, mau berangkat ke kampus??

?Iya, mau percantik majikanku selfie di taman bintang atas kantin,

mau diupload di facebook

mau diendorse di instagram

pasti banyak yang kasih 'wah'

pasti banyak yang like merahnya

?

Lima belas menit terbunuh

masih terdiam kedua insan di peron

Sang mahasiswa menyunggingkan senyum tanggung pada si buruh

Memecah semburat tangis padanya

?Kalau seragam PT siapa yang nyari di search engine

buat dikhayalkan dipakai yang memelototinya?

Liat eleganku, diimpi-impi para tamatan SMA.

Kalau kau, jebolan SD pun lebih dari cukup!?

Sepotong jas itu mendongak

Namun tak pecahkan tegarnya seragam pabrik

Angkutan kota pun tiba

Dua orang dengan dua balutan nan kontras naik berurutan

Menggiring dua dunia nan berkecamuk

Dalam celotehan seragam pabrik

?Hei kau, tak perlu congkak

Andai kau paham rasa hati pemakaiku ini

Yang berpeluh sejak terbit sang surya

hingga tenggelamnya putihnya candra

Yang bertarung dengan rumitnya pengait bulu mata

hingga merusak pandangannya

Yang terinjak kejamnya kontrak kerja

hingga sumpah serapah bos asing mereka

Yang berdarah-darah mengais nafkah

walau menahan derita cita

kala menatap indahnya angka-angka di rapor dan ijazah SMA dia

bahkan harus tumbangkan asa sementara

asa ingin jadi layaknya pemakaimu!?

?

Jaster merah itu termenung

Dapatkah sang pemilik mengemban amanah wiyata

Meski kini tersulap jadi komoditas dan panggung hiburan

Atau hanya sekedar industri ijazah?

?

Namun tak selamanya tangis itu sendu

Tiada putus harapan sang buruh untuk mendaki bukit pendidikan

Menuju puncak jadi insan gemilang

Dan kala sore tiba, sang seragam pabrik jadi terbalut jas kuning

Layaknya tanda seorang pejuang ilmu luhur

Awali petualangannya malam ini

?

Seragam biru itu termenung

?Apa mungkin tadi tangis bahagia??

  • view 117