Kecuh Kecah

Abdullah Sajad
Karya Abdullah Sajad  Kategori Puisi
dipublikasikan 23 Januari 2016
Kecuh Kecah

Semerbak udara malam wangi bunga kemuning. Burung membawa terbang aroma kayu ke bulan yang sedang sabit. Pantai yang lebat. Pasir yang berkelebat. Air memasang kilau yang hebat.

Ayo. Mari bersulang dengan tembikar?ini. Demi bintang-bintang yang berjajar di langit. Biarkan dia berperang dengan ranting-ranting yang menusuk rembulan. Angin mengibaskan pucuk pucuk nya di hiasan?malam yang gelap.

Cukup saja kita duduk bersama bunga bakung yang lelah, dan merunduk. Mematuk putiknya ke tanah yang lembab. Bakwan yang terselip di bibirnya terjatuh. Bergelempang di bawah dipan bambu. Malam yang lupa bersama aroma kecuh-kecah kecubung.

Ya sekoteng, pletok, bajigur, serbat, kopi, dan wedang, ditambah gemuruh gerabak-gerubuk gaduh drum menambah kecumik bising?sedikit terkurangi.

Mari makan apa aja, semoga bukan batu. Sebelum langit berubah merah meriah.

?

sumber foto:?http://infounik.org/gambar-bulan-indah-keren-menakjubkan.html

?

  • view 210