Kewajiban Mahasiswa Memiliki Sikap Konstruktif dan Dialogis

Arya Hasa K
Karya Arya Hasa K Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 Februari 2016
Kewajiban Mahasiswa Memiliki Sikap Konstruktif dan Dialogis

Dalam sebuah dunia perkuliahan terdapat budaya akademik yang harus dimiliki mahasiswa. Budaya akademik merupakan sebuah hal yang harus dimiliki seseorang yang menuntut ilmu. Dalam dunia perkuliahan budaya akademik wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa karena merupakan sebuah dasar yang akan nantinya memiliki manfaat kedepannya. Hal ini memiliki manfaat yang besar baik bagi personal maupun kepada masyarakat luas.

Budaya akademik sendiri memiliki 13 unsur didalamnyya yang meliputi, kritis, kreatif, objektif, analitis, konstruktif, dinamis, dialogis, bersedia dikritik, menghargai prestasi akademik, bebas dari prasangka, menghargai waktu, memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. Semua unsur inilah yang wajib dipelajari bahkan diterapkan oleh mahasiswa.

Dari 13 unsur budaya diatas ada beberapa unsur yang menarik untuk dibahas yaitu mengenai konstruktif dan dialogis. Yang pertama adalah konstruktif. Konstruktif adalah sebuah sikap dimana kita harus memiliki jiwa membangun untuk diri sendiri ataupun orang lain. Unsur ini sangatlah sulit ditemukan di jaman ini karena berbagai faktor. Mungkin ada disini mahasiswa-mahasiswa yang memiliki unsur konstriktif dimana dia selalu membangun baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan.

Konstruktif sendiri dapat juga diambil contoh ketika kita sedang dalam diskusi namun mencapai kebuntuan, inilah peluang kita untuk memberi masukan-masukan atau ide-ide membangun. Konstruktif sendiri bisa juga dibilang sebagai penyemangat dalam arti ketika teman atau kerabat kita sedang dirundung duka kita gunakan unsur ini seperti menghibur atau memberi semangat dengan begitu unsur konstruktif memiliki banyak efek dikalangan mana saja terutama dalam perkuliahan.

Selain konstruktif ada juga yang disebut dialogis. Dialogis merupakan sebuah interaksi dua individu yang memiliki timbal baik antar sesamanya. Unsur dialogis ini juga harus dimiliki oleh para mahasiswa terutama dikehidupan sosial dikampusnya. Maka dari itu unsur dialogis sangat berpengaruh dalam kehidupan kampus.

Dalam menerapkan dialogis dalam kehidupan dikampus dapat dikatakan susah-susah mudah dikarenakan harus ada adaptasi dari tiap-tiap individu mahasiswa. Ketika awal berkenalan tidak bisa disangkal bahwa masing-masing individu pasti akan merasa canggung dan tidak percaya diri, namun perlahan-laha seiring waktu berjalan interaksi itu akan menjadi lebih erat dikarenakan adanya timbal balik atau feed back.

Timbal balik inilah yang akan menimbulkan unsur positif sehingga kedua individu ini memiliki hubungan yang lebih erat. Dari hubungan ini menunjukan bahwa dialogis sangat dibutuhkan dalam perkuliahan karena dari unsur dialogis inilah tiap individu akan mengenal yang namanya dunia sosialisasi.