Setitik Harapan di Ufuk Timur (Part 1)

Arya Hasa K
Karya Arya Hasa K Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Juli 2016
Setitik Harapan di Ufuk Timur (Part 1)

               Pagi yang mendung diiringi hujan rintik-rintik perlahan, membangunkanku dari mimpi indah yang kuharap tak pernah terhenti. Namun, kini kuharus merasakan kembali pahitnya hidup dimana aku harus merintis kehidupanku kembali seperti masa lalu. Panggil saja aku Rangga, aku dulu adalah seorang manager muda yang berbakat yang sukses dan juga aku memiliki rumah yang lumayan bagus atas jerih payahku selama ini dalam merintis karirku. Aku yatim piatu dimana ketika aku masih kecil, kedua orang tuaku mengalami kecelakaan yang mengakibatkan jiwa kedua orang tuaku tak tertolong.

                 Tiap hari kujalani pekerjaanku dengan giat dengan niat mendapatkan rejeki yang halal dari Allah swt. Di suatu saat perusahaan dimana aku bekerja terjadi kebangkrutan yang berakibat fatal dimana seluruh pegawai termasuk aku di PHK. Hal ini membuatku depresi akan kehilangannya pekerjaanku. Hari demi hari kulewati hanya termenung dikamar dan terkadang air mataku mengalir meratapi diriku yang kehilangan pekerjaan.

                Kucoba untuk menyeka air mataku dimana aku harus mencoba bangkit dari keterpurukan ini, namun ketika diriku sedang bangkit, cobaan barupun mendatangiku dimana di area perumahanku terjadi  kebakaran besar-besaran disaat malam hari. Seluruh warga lari tunggang langgang tak tahu harus berbuat apa, namun ada sebagian warga yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya demi menyelamatkan rumah mereka termasuk diriku. Selang beberapa saat pemadam kebakaran pun datang berusaha memadamkan api secepat mungkin namun apa daya si jago merah belum padam dan terus melahap seluruh rumah warga dengan lidah api yang kian melebar. Aku pun yang tak bisa berkutik akhirnya bersimpuh dalam aspal dan meluluhkan air mata atas musibah yang kuhadapi dan sambil kuterus berdoa agar api yang sedang melahap rumah warga cepat padam. Entah ini sebuah keajaiban atau bukan, tapi perlahan-lahan turun rintik hujan yang diiringi dengan hujan deras yang akhirnya perlahan-lahan memadamkan api yang ganas.

           Selang ketika api padam, lalu diiringi dengan redanya hujan. Kulihat dari arah timur terbit sang surya yang menghangatkan tubuhku secara perlahan dimana aku sadari bahwa aku telah melewati malam yang panjang akan musibah ini. Kulihat sejumlah warga menangis tak berdaya atas kehilangan semua harta benda yang ikut termakan habis oleh sang api. Aku pun tak tahu apa yang akan aku lakukan setelah kehilangan semua yang aku miliki. Akhirnya semua korban kebakaran di evakuasi di sebuah tenda yang cukup besar untuk sementara kami tinggal. Ditenda itulah aku terus merenung atas hidupku dan berharap akan datang keajaiban mendatangiku.

BERSAMBUNG.......

  • view 204