Pulang

Arsyi Nurani
Karya Arsyi Nurani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Januari 2016
Pulang

Ning..

Malam ini hujan gerimis, sama seperti malam itu. Hari di mana tudung mu terbang terbawa angin. Identitas yang selama ini kau pegang teguh, tiba-tiba saja kau buang.

?Tak ada pilihan lain?, katamu saat itu. Meski bisa kulihat air mata di ujung matamu sebenarnya sudah tidak bisa lagi tertahan. Lalu kau berlari menjauh dari ku. Aku bisa apa? Aku hanya berdiri mematung melihat bayanganmu yang semakin jauh ditelan gelap di ujung gang itu. Aku menangis selepas kau pergi, Ning. Aku tahu betapa pedih hatimu saat itu. Sesungguhnya. Tapi kau coba berlagak tegar di situ.

Lima tahun berlalu, Ning. Setelah hari itu, aku pergi dari kampung. Aku harus menamatkan pendidikanku di kota besar di rantau. Saat dunia kelam membuatmu seakan tidak punya pilihan lain selain masuk ke dalamnya.

?Aku bukan perempuan baik, Man? ucapmu kepadaku waktu itu.

?Aku sudah menjadi jamahan para pria hidung belang. Aku bukan perempuan baik. Tak pantas bagimu bersamaku?, dengan suara bergetar menahan tangis yang sebenarnya bisa saja tumpah. Aku ingin membantah semua perkataanmu. Aku ingin menolak semua yang kau katakan padaku. Tapi aku hanya mematung di depanmu. Semua yang ada di kepalaku tak bisa keluar sama sekali.

Ning..

Aku pergi bukan karena aku tak ingin bersamamu. Aku ingin selalu menjagamu. Itu janjiku pada diriku sendiri. Aku menerimamu apa adanya. Aku tahu kau perempuan yang baik, meski aku juga tahu bagaimana kehidupan keluargamu. Aku mengenalmu bukan hanya sehari, dua hari saja. Belasan tahun kita tumbuh bersama. Aku tahu sebaik apa dirimu. Mungkin benar, keadaan yang membuatmu jadi begitu.

((ciiiitt)) derit rem kereta api yang kunaiki. Aku pulang, Ning. Kewajibanku di rantau telah selesai. Aku kembali karena pekerjaan ku ad di kota ini. Tanah kelahiranku. Aku pulang, untuk pekerjaanku, dan juga untukmu.

Ning..

Aku tidak pernah berpikir untuk tidak kembali. Dan Tuhan membawaku pulang untuk masa depanku dan juga dirimu.

Tunggu aku, Ning. Akan kubawa dirimu keluar dari dunia kelam itu.

Aku pulang.

  • view 87