Secangkir Kopi dan Sepotong Hati yang Patah

Arsyi Nurani
Karya Arsyi Nurani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
Secangkir Kopi dan Sepotong Hati yang Patah

Hujan semakin sering turun beberapa minggu ini

Mungkin hujan sedang jatuh cinta dengan kotaku

Ahh..apa kau tak merasa lelah? Kau jatuh bahkan hingga ribuan kali

Tak terasa sakitkah?? Kau terus jatuh meski kau tahu bahwa sesungguhnya jatuh itu sakit

?

Aku masih berada di kedai kopi sudut jalan

Tempat biasa aku menikmati kopi favoritmu

Sembari melihat orang lalu lalang menerjang gerimis

Sesekali ada sepasang kekasih bersama menerobos hujan

Sepayung berdua

Romantis bukan?

?

Hari ini hujan tak begitu deras

Hanya gerimis secukupnya saja

Aku menikmati uap yang mengepul dari cangkirku

Di pojok kedai menghadap jendela kaca besar

?

Aku mulai terbiasa dengan pahitnya rasa kopi

Meski lama kelamaan muncul rasa manis yang lebih banyak

Dari sudut jalan di seberang kedai aku melihat sosok yang kukenali

Sangat kukenali

?

Tetapi...

Sontak kopi yang kuteguk tak sedikitpun mulai memanis

Tak seperti biasanya

Hanya pahit yang menjalari seluruh badan

Ahh..pun hujan mulai deras..

?

Ya..

Aku melihatmu

Tapi..siapa dia?

Kopi yang kupegang masih terasa hangat

Tapi entah kenapa hanya dingin yang kurasa

Pahit rasa kopi makin menyeruak

Tak ada sedikitpun manis kurasa

?

Ahh..Sepertinya kau telah menemukan pecinta kopi yang lain

Yang akan menjadi temanmu di kala hujan

Menikmati kopi kesukaanmu

Dan membagi semua kesukaan dan ketidaksukaanmu terhadap banyak hal

?

Ahh..Kopiku semakin pahit

  • view 366

  • Priyo HonWin
    Priyo HonWin
    1 tahun yang lalu.
    Kopi telah memberikan petunjuk , walaupun hatimu patah semoga kamu bisa belajar dari pahitnya kopi, walaupun pahit dia bisa memberikan kenikmatan. sekali2 bisa dicoba minum kopi tubruk sama pisang gorengnya warung kopi di kampung, disana akan kau temukan kejujuran daripada kamuflase