Kimia Keluarga

Arsyi Nurani
Karya Arsyi Nurani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Kimia Keluarga

Barusan baca tulisan Bang Fahd?soal keluarga, beliau menyebutkan definisi keluarga dari sisi ilmu sosial. Jika dilihat dari ilmu yang saya pelajari, keluarga itu serupa atom.

Democritus dengan teorinya menyebutkan bahwa

Atom adalah bagian terkecil dari zat.

Bohr menyebutkan bahwa

Atom itu terdiri dari inti atom bermuatan positif, dimana disekelilingnya terdapat elektron yang mengelilinginya.

Lintasan elektron berupa lapisan kulit dengan tingkat energi tertentu.

Atom terdiri atas partikel penyusun inti atom yaitu, proton, elektron, dan neutron.
Anggaplah atom itu sebuah keluarga, lalu proton sebagai pusatnya adalah perlambang sosok ayah, elektron yang bergerak sebagai perlambang anak dan neutron sebagai perlambang ibu.

Kenapa ibu dilambangkan sebagai neutron? Karena neutron itu adalah partikel penyusun inti atom yang tidak bermuatan, peran nya adalah netral. Tidak positif, tidak juga negatif.

Partikel inti atom tidak dapat berdiri sendiri. Dalam atom, selalu ada ketiga komponen itu. Mereka selalu bersama. Mungkin begitu juga dalam keluarga. Selalu bersama.

Elektron, perlambang anak, adalah partikel penyusun atom yang terus bergerak. Seperti itulah anak, bergerak, tumbuh, lari. Beberapa anak tidak suka diam. Elektron juga bisa berpindah, sama hal nya remaja. Karena rasa ingin tahu yang begitu besar, dia lebih banyak memberontak, ngeyel, dan sedikit lebih tidak peduli. Pun elektron,
Bohr menyatakan bahwa elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit yang lain dengan cara menyerap atau melepaskan sejumlah energi.

Ketika anak merasa tertekan dan merasa tidak dipahami, dia memilih lari keluar. Dia tereksitasi, ke tingkat energi yang lebih tinggi.?Tenang saja, ketika tereksitasi unsur menjadi tidak stabil. Elektron bisa saja kembali ke posisi asalnya. Dia mengalami emisi.

Ketika usia remaja terlewati, anak akan menuju masa dewasa dan sudah saatnya dia membentuk keluarga yang baru. Hubungan antara orang tua dan anak tidak akan putus meski anak sudah mempunyai keluarga nya sendiri. Justru akan terjadi ikatan antara dua keluarga.

Elektron akan berperan untuk membentuk suatu ikatan. Setiap keluarga menjalin hubungan kekerabatan dengan keluarga lain melalui cara yang beragam bukan? pun elektron.

Suatu unsur akan berusaha untuk mencapai kestabilan. Bisa dengan menyerap elektron, atau melepas elektron.?Sebut saja ikatan baru itu bernama pernikahan. Apa yang mendasari pernikahan, pasti banyak alasan. Bagaimana pernikahan itu terjadi, juga tersebab banyak hal. Ada yang saling memberi dan menerima, ada yang bersama membangun ikatan, ada yang dengan sukarela memberi untuk membangun bersama. Tapi satu tujuan ikatan itu terjadi.

Mencapai suatu kestabilan.

  • view 215