Past vs present

Arsyi Nurani
Karya Arsyi Nurani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Januari 2016
Past vs present

Di tempat itu seakan-akan laut dan langit bertemu di batas cakrawala. Menerjang ombak yang cukup tinggi kala itu, sosok mu hanya bisa kulihat dari kejauhan. Di balik atap speed boat yang kita tumpangi, berlatar terik matahari yang setengah menutupi pandanganku. Seolah dia berniat menghalangiku untuk menatapmu.

?

Masa lalu tidak semudah itu ditinggalkan. Itu sebabnya banyak orang yang tertahan di satu titik, mencoba bergerak maju tapi sebenarnya berhenti. Semua itu tersebab satu hal, penyesalan.

?

Mungkin aku termasuk salah satu diantara sekian banyak orang yang masih tertahan oleh penyesalan. Penyesalan atas sesuatu yang telah terjadi di waktu kemarin. Waktu, dia tak pernah berhenti, tak pernah mengulang kembali. Yang dilakukannya adalah terus bergerak maju, meninggalkan apa yang telah lalu, entah siap ataupun tidak.

?

Jika ditanya apa aku siap, mungkin ak masih di persimpangan jalan. Aku bergerak seiring waktu, namun sebagian diriku masih tertinggal bersama masa lalu. Masa lalu terhadap seseorang. Ya, masa lalu ku bersamanya. Siapa?? Waktu mengetahuinya dengan begitu jelas. Tanyakan saja padanya.

?

Banyak yang berkata, tinggalkan masa lalumu dan mulailah untuk yang baru. Yang saat ini ad di depanmu. Aku tidak mendebatnya. Aku mengikuti apa kata mereka. Menjalani masa kini. Satu waktu aku lupa akan masa lalu. Tapi di satu titik, semua yang pernah terjadi muncul begitu saja. Seperti serentetan video yang terputar otomatis. Detail nya membuka semua yang sempat terlupa.

?

Masa kini, kujalani seperti pada umumnya. Tapi masa lalu itu tetap mengikuti. Mencari tahu kabar mu, mengulik sederet kegiatanmu lewat dunia maya. Terkadang aku sangat berterimakasih pada sosial media. Karenanya, aku bisa mengetahui apa yang kamu lakukan di sana. Meski hanya melihat fotomu saja sudah membuatku senang. Tak ayal juga membuat sedih. Sesekali.

?

Masa laluku tentangmu tidak akan pernah hilang. Manusia memang diciptakan untuk bisa mengingat masa lalunya. Meski tidak seluruhnya diingat. Hanya sebagian. Sebagian bahagia, untuk memberikan senyuman di masa sekarang. Sebagian sedih, bukan agar kita menangis dan meratapinya kembali. Tapi agar kita tidak mengulang kebodohan yang sama di masa kini, mungkin juga di masa yang akan datang.

?

because your eyes, nose, lips

every look and every breath, every kiss

Still got me dying..you still got me crying

********

Please fade..fade to black...

Please fade..fade to black...

  • view 151