Sebuah rasa.

Cute Nurul Azizah
Karya Cute Nurul Azizah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 November 2016
Sebuah rasa.

Ketika seorang wanita dan pria bertemu dan timbul sebuah rasa, maka semua suka duka dan derita akan segera dimulai,

Sebenarnya semua penilaian terletak pada tiap sudut pandang masing – masing kepala,

Ada yang menyimpulkan setelah bertemu ‘dengannya’ hidup lebih bahagia, atau mungkin sebaliknya,ada yang dengan mudah meluapkannya dengan ditunjang harta, kedudukan, atau bahkan mungkin karena baiknya paras., sehingga lebih mudah menemukan ‘ganti’ jika tidak sesuai dengan ‘imajinasinya’

Namun ada pula yang meski sudah memiliki ‘tunjangan – tunjangan’ itu mereka tetap menjunjung tinggi sucinya cinta, dan bersedia menerima kelebihan dan kekurangan pasangan mereka.

Ada juga yang lebih memilih untuk ‘diam’ dan ‘memendam’ semua , menganggap semua adalah takdir, toh hidup cuma sekali tidak akan selamanya di dunia, ‘jadi buat apa risau ?’ jika pasangan tidak sesuai harapan. Mereka tetap bersyukur, dan berusaha setia. Bisa jadi karena ‘memang cinta’ atau lebih ke ‘lelah jika harus memulai semua dari awal’ seperti harus mengenal seseorang yang baru ‘lagi’ dan mengenal kerabatnya, mengenal sifatnya dan lain sebagainya.

Pun ada juga yang memilih tetap menjalani semua seperti biasa meskipun sakit agar tetap terlihat ‘normal’ di mata rekan kerja, kerabat, atau mungkin ‘tetangga’  namun mereka mulai menjalin hubungan lain dengan ‘yang baru’ untuk memenuhi sesuatu yang tidak mereka dapat dari pasangan ‘asli’ mereka, seperti perhatian, kasih sayang, atau bahkan harta (sumpah ini parah banget kalau menurut gue sih)

Sebenarnya banyak jalan yang bisa ‘di tempuh’ jika memang pasanganmu tidak sesuai dengan keinginanmu,

  1. Komunikasi dua arah

 Sebaiknya memang dibicarakan baik – baik dengan pasangan, apa yang kamu mau, apa yang pasanganmu tidak suka dari ‘kamu’ yang pasti jika kamu ingin mempertahankan hubunganmu dengan pasanganmu kamu harus belajar merubah sikapmu, tentunya dengan niat yang kuat ya.. kalau ngga pastinya berubahnya pas abis komunikasi dua arah itu aja, selebihnya balik lagi ke ‘habitat asli’ hahaha

  1. Sabar

Sabar itu kunci semua masalah, bahkan didalam Al-qur’an kata-kata sabar disebut beberapa kali (ini lebih karena gue muslim ya jadi gue kutip dikit )

Surat Ali ‘Imran Ayat 146

Allah menyukai orang-orang yang sabar“.

Surat Al-Baqarah Ayat 153

 “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar“.

 

Nah udah jelas kan kita harus sabar, itu Allah sendiri loh yang langsung perintah kita. Dan gue yankin ngga cuma di agama gue aja yang ngajarin sabar, tapi di agama lain juga pasti ada.

Manusia itu terlahir dari rahim yang berbeda , dan mereka pun hidup dilingkungan yang berbeda – beda, jadi wajar saja jika mereka bertemu denganmu lalu memiliki pola pikir yang berbeda, sifat yang berbeda, kebiasaan – kebiasaan yang berbeda yang mungkin menurut kamu ‘kurang pantas’ tapi menurut dia sah – sah saja. Jadi ya itu deh harus sabar – sabar ngadepinnya, (ngelus dada biar lebih sabar ) karena buat merubah cara pandang seseorang dan merubah sifatnya itu ngga mudah, butuh tekad yang kuat dan ngga Cuma omongan kaya di tulisan gue ini hehehe,

 

  1. Membuatnya simpatik

Pengalaman gue sih, kalau orang udah simpatik ama seseorang,atau suka, mungkin kagum  udah deh.. dia bakal lebih gimana gitu sama kamu.. nurutin permintaan kamu misalnya..(buat berhenti merokok misalnya..eh ini mah ngga mungkin kali ya, secara berhenti merokok kan butuh perjuangan )

 

Intinya tetap syukuri dengan apa yang kamu miliki saat ini, apa yang dimiliki pasanganmu, sikapnya terhadapmu, cintanya terhadapmu, jika memang tidak sesuai dengan ‘imajinasimu’ yang mirip drama – drama korea itu ya..wajar aja, secara drama korea itu kan skenario manusia,

Percaya deh skenario Allah itu indah. Percayakan semua kepadaNya, jangan lupa untuk mendoakan pasanganmu, jangan hanya menuntutnya untuk berubah sesuai dengan keinginanmu namun kamu juga harus memberinya contoh untuk bersikap lebih baik, bukankah Jodoh adalah cerminan diri kita ?  perbaiki akhlak mu, ibadahmu, hubunganmu dengan sang pencipta, Insya Allah semua akan ikut membaik.

 

Sebenernya saya kurang paham sih nulis ini arahnya kemana,soalnya ini sambil nunggu suami jemput dan jam segini masih dikantor. Cuma tiba-tiba otak saya mulai kerja dan dapet inspirasi sedikit pas saya dengerin lagu mellow,meskipun bahasanya amburegul semoga ada hikmah di balik tulisan saya ini. Mohon maaf jika tidak berkenan happy reading

 

Jakarta,03 November 2016

Cute Nurul Azizah

 

  • view 265