Setitik rindu yang mulai menyiksa

Cute Nurul Azizah
Karya Cute Nurul Azizah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Oktober 2016
Setitik rindu yang mulai menyiksa

Percayalah aku mulai menuliskan ini, bukan agar engkau tau.. juga bukan untuk menghiburmu, aku hanya ingin menumpahkan perasaanku yang tak dapat lagi dibendung. tak lagi bisa di gambarkan, tak dapat lagi di jelaskan. Aku merasakan seperti ada sesuatu yang telah hilang dari genggamanku.

Mungkin ini cara terbaik untuk sedikit meluapkan emosiku,isi hatiku, perasaan rinduku padamu,tak kusangka akan sesakit ini kehilanganmu, sama sekali tak ada dibenakku jika pada akhirnya saat engkau pergi mengahadap Nya aku begitu terpuruk dan tak berhenti memikirkanmu, benar adanya jika penyesalan itu datang terlambat. Saat tak lagi dapat ku temui engkau di ujung kamarmu, saat tak lagi kudengar suaramu di ujung teleponku, saat tak lagi ada yang merindukan hadirku. Saat tak lagi ada bahu yang dapat aku sandari untuk mencurahkan segalanya.

Sesalku bermunculan begitu saja seiring kepergianmu, aku telah berfikir keras untuk mengingat kembali apa yang telah kita lalui bersama, semangatmu, pengorbananmu untukku dan untuk saudariku, terjaga nya matamu, tercurahnya kasih, hati dan pikiranmu, tapi sayang., aku tak berhasil mengingat 24 tahun kebersamaan kita, hanya segelintir yang ku ingat, saat itu kau adalah satu satunya orang yg paling dekat denganku , yang bersedia berdiri paling depan jika ada sesuatu yang membahayakanku, yang rela terjaga karena sakitku, yang berjuang demi senyumku, yang rela begitu lelah untuk menyiapkan cerahnya masa depanku, yang selalu menemani tidurku, menjadi yang paling tersiksa saat aku pergi, seseorang yang begitu merindukan kehadiranku, seseorang yang begitu cerewet karena melihat tingkahku,

Aku tau meski kau hanya wanita kuno tapi cintamu begitu tulus dan amat membekas di hatiku, aku merasa jasamu begitu besar dalam hidupku, tak sempat aku memberimu kebahagiaan, merawatmu, bahkan lebih sering aku membuat air matamu mengalir.  

Apakah engkau merasakan rinduku ini ? merasakan pedihnya saat aku coba menuliskan ini sambil terus menahan air mata karena begitu rindunya aku padamu ? apakah engkau tidur begitu nyenyak  disana ? kenapa sulit sekali untuk tidak memikirkanmu., aku lelah.. apapun yang ku lakukan semua membuatku kembali mengingatmu, saat aku menyiapkan masakan untuk anakku, ingatanku akanmu kembali tersibak, saat itu aku sedang sakit aku menangis sejadinya saat mengetahui engkau tak ada disisi tidurku, sesaat engkau datang tergopoh – gopoh seraya mengangkat kain batikmu untuk segera menghapiri dan memastikan ku baik – baik saja. “mbah darimana ?” ucapku seraya tersedu – sedu, sambil sibuk menyeka air mata. “masak nak, buat Aas nanti sarapan, cek ndang waras”

Ucapanmu yang begitu menenangkanku, ah... aku begitu menginginkan saat - saat itu hadir kembali. Meski aku tau tak mungkin. Mbah..tak usah kau hiraukan aku dan rindu yang begitu berkecamuk ini. Tidurlah dengan tenang, Allah lebih menyayangi Mu , lebih pandai menjaga dan merawatmu, Allah telah siapkan tempat terbaik untukmu, Allah menginginkanmu untuk kembali bersamaNya, setelah semua tugasmu selesai untuk menjaga anak – anakmu dan aku selesai. Terimakasih untuk semua jasamu dalam hidupku, aku bisa seperti ini seperti sekarang tak luput dari Rahmat Nya dan juga kasih sayangmu. Terimakasih sudah mengajariku akan baik dan buruk, setidaknya aku bisa ajarkan pada anak – anakku kelak, hidup sederhana sepertimu, keporo ngalah , dan juga selalu mengutamakan beribadah kepadaNya.

 

                                                                                                         Aku yang begitu merindukanmu

  • Cute Nurul Azizah -

  • view 307