Semangat untuk taat

Cute Nurul Azizah
Karya Cute Nurul Azizah Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 15 Agustus 2016
Semangat untuk taat

         Perlahan ku sejajarkan kedua kakiku dan memijitnya perlahan. sambil mengamati anak dan suamiku yang telah terlebih dulu tidur. " hhh.. capek banget hari ini " ku coba memejamkan mataku dan mengingat-ingat kembali apa yang membuatku begitu lelah hari ini.

          Dari bangun pagi bergegas untuk mandi dan berwudhu untuk menunaikan sholat subuh, sebelum menuju kamar mandi aku sempatkan menyalakan kompor, memasak air untuk mengisi termos susu si kecil , selepas sholat aku bergegas kembali menuju dapur untuk menyelesaikan beberapa tugas pagi yang menanti disana. mulai dari mencuci piring, menanak nasi,mencuci botol si kecil, membuat bekal untuk ku dan suamiku memasak sup dan lauk untuk si kecil. karena meskipun aku bekerja full day diluar, aku harus tetap memastikan gizi si kecil terpenuhi sepanjang aku tinggal bekerja. juga untuk memudahkan ibu mertuaku dalam merawat si kecil. dalam hal ini aku patut bersyukur karena memiliki ibu mertua yang baik dan cukup mengerti aku.

        Setelah perang didapur selesai, aku bergegas untuk membangunkan si kecil untuk segera mandi. tak jarang sebelum peperangan di dapur selesai, si kecil  sudah bangun terlebih dulu untuk ikut serta memberi sumbangsih di kerepotan dapur pagi. sebenarnya ini juga menjadi mood boosterku di awal hari, karena sambil menyelesaikan semua tugas-tugas pagiku aku bisa bercanda juga memberi ultimatum untuk si mas kecil ini, "mas, jangan deket-deket kompor nak !" , "mas tolong geser sedikit bunda lagi potong-potong takut kena pisau," , "mas pelan-pelan nanti kepleset," dan banyak ultimatum lainnya.(mas:panggilan untuk si kecil karena dia anak pertama)

      Setelah semua tugas dapur selesai, nasi dan sup si kecil matang, bekal siap, botol sudah bersih semua, piring dan gelas sudah kembali ke rak nya, aku bergegas memproses si kecil agar kembali wangi dan memiliki daya tarik untuk kembali dicium.mengingat jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi dan aku harus segera mengakhiri semua jika tidak ingin terlambat ke kantor. "ayo mas, kita mandi , main air sama bunda," ucapku disambut riang tawa si kecil karena dia cukup senang dengan ritual pagi ini. tak lama si kecil pun sudah siap untuk kembali dicium dan juga bermain. aku pun kembali ke kamar dengan tenaga yang tersisa dan perut yang sedikit lapar (si kecil sudah kabur bersama oma nya yang sedang beberes teras rumah,meskipun kadang juga habis mandi main dikamar sambil nunggu bunda touch up make up dan dia acak-acak isi tas kerja bunda nya )

       "oke semua siap," gumamku dalam hati. "nda ayo berangkat, udah jam 07.00 nih ,nanti telat." , "oiya sekalian ambilin jaket abi,sama helm tolong di lap ya," seru suamiku. akupun tak henti menggerutu dalam hati ,(ya ampun,masih harus aku juga ,cuma nge lap helm sama ambil jaket aja nyuruh aku,padahal kan helmnya ada disampingnya.masih kurang juga aku ngerjain ini itu) belum lagi drama yang kadang harus aku hadapi di pagi hari, tangisan si kecil yang merengek minta ikut saat melihat abi dan bundanya berangkat kerja, (itu cukup bikin galau tiap pagi).

"Bi, kenapa sih semua harus aku" ucapku membuka obrolan saat perjalanan menuju kantor, "apanya nda ?" sahut Abi. " ya itu, apa-apa aku,semua aku, kan Abi bisa ambil helm sendiri, di lap sendiri, masa tiap hari maunya diladenin terus sih, kan aku juga kerja,jam kerja kita juga sama, tapi kalau Abi berangkat kerja, pulang kerja enak tinggal tidur ,tinggal istirahat,tinggal makan, tinggal pake baju, ga perlu mikir masak,ngurus anak,nyuci". gerutuku.

"Lho,yang nyuruh bunda kerja siapa ? bukan Abi kan ? waktu itu kan Abi sudah bilang ke bunda, boleh kerja tapi tugas utama sebagai istri ngga boleh lalai ya," 'tapi kan capek bi, bantuin kek,kan bunda juga lagi bantuin abi".  " lho ngga boleh di ungkit-ungkit gitu dong nanti pahalanya ilang loh, kan juga bunda yang pengen kan ? abi ngga pernah suruh bunda untuk kerja loh" . (sesaat suasana pun hening dan kembali pecah saat abi memulai lagi obralan kami) " bunda inget ngga cerita yang waktu itu Abi ceritain waktu kita lagi main ke rumah saudara bunda yang lagi hajatan ?" yang waktu itu bunda protes ke abi , pas bunda lihat ada suami yang minta diambilin air minum sama istirnya,padahal gelasnya lebih dekat ke suaminya dibandingkan istirinya, "kenapa istri harus taat sama suami sih bi,sampai air minum yang deket aja minta diambilin,padahal istri kan kerjaannya lebih banyak, bahkan berdosa kalau "nolak" ajakan suami."

"lupa bi,"sahutku.  "lupa? coba diinget-inget lagi,yang tentang kisahnya ummu sulaim nda,"

"perlahan aku coba mengingat-ingat kisah yang pernah diceritakan abi padaku saat itu, dan kurang lebih begini kisahnya :

         Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit. Ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal. Ketika Abu Thalhah kembali, dia bertanya, “Bagaimana anakku?” Ummu Sulaim menjawab, “Ia dalam kondisi sangat tenang,” seraya menghidangkan makan malam kepadanya, dan dia pun makan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ummu Sulaim berkata, “Jangan beritahukan kepada Abu Thalhah tentang kematian anaknya.” Kemudian ia melakukan tugasnya sebagai isteri kepada suaminya, lalu suaminya berhubungan intim dengannya. Ketika akhir malam, ia berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka? ” Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” Abu Thalhah beristirja’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaih raaji’uun) dan memuji Allah seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.” Pada pagi harinya, dia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.”

 

"Ya Allah indah banget kisahnya",ucapku dalam hati. mengingat cerita ini rasanya dapat merontokkan segala kelelahanku"

 

"nda,nda, bunda , udah inget belum ?' ucap abi membuyarkan lamunanku, "kenapa bi ?" "bunda udah inget belum ? kalau belum abi ceritain lagi  nih" aku pun tak menjawabnya dan tersenyum seraya melingkarkan tanganku di badannya dan kami kembali terdiam dengan perasaan bahagia menuju kantor.

Jakarta, 15 Agustus 2016

 

  • view 219