Teruntukmu Abi

Cute Nurul Azizah
Karya Cute Nurul Azizah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Agustus 2016
Teruntukmu Abi

Aku disini sendiri, menahan sulitnya membendung air mataku agar tak menetes, (dihadapanmu).

Sekerasnya aku berusaha  memikirkan hal lain, agar bulir - bulir airmataku tak ada yang berhasil membelai hijabku, 

Kata - kata yang kau lontarkan di depanku seraya berlalu itu sangat membuat hati ku terasa pedih, mataku terasa panas, 

Abi, tak berniatkah kau memelukku,tak inginkah kau membelai wajahku untuk meredakan tangis yang ku tahan ini ?

Aku memang selalu tidur disisimu, tapi sepertinya aku tetap merasa kedinginan

Aku memang memilikimu untuk bersama berjuang membesarkan jagoan kecil kita, tapi nyatanya aku seperti berjuang sendiri

Aku memang memiliki seorang imam, untuk membimbingku menuju jannah Nya,tapi ternyata aku harus terus menguatkan langkahku untuk tetap istiqomah mengalahkan rasa malasku untuk terus beribadah kepadaNya tanpa bimbingan darimu,

Abi, tak berniatlah kau menggandeng tanganku saat kita jalan - jalan seperti suami kebanyakan diluar sana ? Mungkin bagimu itu hal yang remeh, tapi taukah engkau Abi ? Genggaman tanganmu itu bisa meneduhkan hatiku, meredakan cemasku, menumbuhkan cintaku, sesederhana itu.

Abi,sangat sibukkah engkau saat bekerja hingga tak ada satu pesanpun atau bahkan telfon yang engkau tujukan kepadaku untuk menanyakan kabarku ?

Sedang disisi lain saat dikantor,aq selalu memikirkanmu, bahkan disaat teman2ku atau bahkan atasanku memberi nasi kotak untukku,aq rela untuk menahan inginku agar aku bisa membawanya pulang untukmu.

Abi, tak perlu engkau memberiku kemewahan dunia, bahkan aq rela saat kau melamarku dan kita hanya mampu adakan pesta kecil tanpa undangan untuk merayakan pernikahan kita,meski impian setiap wanita ingin tampil cantik dan memakai gaun terindah untuk hari pernikahannya, aq rela memendam keinginanku, demi bisa bersamamu, 

Abi, rasanya ngga perlu kalau kamu mengajakku makan di restoran mahal yang jika makan disana harus membayar ratusan ribu, cukup makan di pinggir jalan dan bisa bercengkrama bersamamu serta jagoan kita dan tertawa lepas sudah bisa membuatku sangat bahagia, 

Abi,taukah kamu risaunya aku,saat aku ngga bisa menyusui anak kita karena satu dan lain hal ? Hingga aku memutuskan membantumu bekerja untuk meringankan bebanmu dan tetap mengerjakan tugasku seperti biasanya tanpa bantuan asisten rumah tangga ? Tak berniatkah engkau membantuku juga ? Hingga saat itu anak kita jatuh terpeleset karena aq harus mencuci baju serta menjaga anak kita ?

Pernahkah kamu tau bi, aq sering menangis di awal tidurku memikirkanmu, apa aku yang terlalu mencintaimu, apa aku harus terus berjuang sendiri, apa ini yang di namakan berumah tangga ?

Dimana sosokmu suamiku, yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak dan istrimu, contoh yang baik bagi kami, 

Abi, yang ku inginkan hanya kasih sayangmu, cintamu, pengayomanmu, genggaman tanganmu, pelukanmu, ciuman di keningku, perhatianmu, bimbinganmu, nasehatmu, jangan kau risaukan dunia.aku disini untukmu,

Terus berdoa untukmu, semoga ada keajaiban yang bisa mengubahmu menjadi sosok abi yang selama ini kami ingini