Praktik Kerja Lapangan

Armadi S. Pambudi
Karya Armadi S. Pambudi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Maret 2016
Otista 64C

Otista 64C


Mengisahkan tentang cerita cerita pendek kehidupan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Stariatik

Kategori Acak

1 K Hak Cipta Terlindungi
Praktik Kerja Lapangan

Diang yang terik, Matrika-mahasiswa tingkat tiga STIS- berjalan menyusuri jalan setapak pinggir pantai di Lombok untuk mencari unit usaha pariwisata sebagai responden dalam praktik kerja lapangan. Tidak butuh waktu lama Matrika telah menemukan responden yang cocok, segera ia melakukan basa-basi dan mengutarakan maksud dan tujuannya kepada bapak responden tersebut.

"Selamat siang yang terik, Pak. Boleh mengganggu sebentar saja?" Ucap Matrika santun.

"Silakan mbak? Mbak dari pajak ya?" Bapak Y tidak terlalu suka melihat kedatangan Matrika yang dikiranya tukang pajak.

"bukan bapak." Jawab Matrika lembut.

"Loh kalo bukan kenapa pake seragam begitu?" Bapak Y tampak sedikit bingung dan ragu menghadapi Matrika.?

"Saya mahasiswa STIS Jakarta. Datang kemari untuk melakukan survei unit usaha Bapak. Survei ini bukan untuk pajak kok, Pak. Survei yang akan saya lakukan ini guna memenuhi tugas kampus." Matrika dengan sabar menjelaskan maksud yang sebenarnya. Matrika sudah sangat hafal dengan reaksi para responden yang mengira dirinya petugad pajak setelah melihat dirinya mengenakan seragam biru kebanggaan kampus.

"Oh PKL? Di sini berapa orang? Jauh juga ya dari Jakarta ke Lombok? Kenapa tidak ambil yang deket-deket aja mbak?" Tiba-tiba Bapak Y kepo tingkat lautan.

"Oh iya, Pak. Jadi PKL kami ini agak unik. Kami PKL bareng-bareng. Jadi semua mahasiswa tingkat tiga datang kemari, Pak. Kami di bagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari satu ketua dan tiga anggota. Nah kebetulan tim saya mendapat jatah survei di wilayah sini, Pak. Teman-teman saya yang lain ada di kabupatem atau desa lain. Begitu, Pak. Jadi kami PKL sebagai satu kesatuan dan bukan sendiri-sendiri." Penjelasan panjang lebar Matrika.?

Belum sempat Bapak Y menjawab, seorang laki-laki muda memotong pembicaraan mereka.

"Hoo ternyata Kak Matrika yang survei ke sini," ucap laki-laki yang tidak lain adalah gamma.

"Kamu kenal nak?"

"Kenal, Om. Dia kakak tingkat saya di kampus." Ucap Gamma.?

"Gamma kenapa kamu di sini?" Tanya Matrika bingung. "Liburan, Kak. Habis capek kemarin ngurus try out. Sebelum pengumuman DO apa tidak perlulah liburan. Kebetulan Om saya ini punya travel dan penginapan di sini." Jelas Gamma.

"Silakan masuk. Oh kakak tingkatnya Gamma. Masuk-masuk. Mau minum apa?" Sikap Bapak Y yang tidak lain adalah Om nya Gamma berubah drastis.

Yah begitulah praktik kerja lapangan di STIS. Merancang dan melakukan sebuah survei lalu memproses dan menyajikan hasil dari survei dalam satu kesatuan uang dilakukan oleh tingkat tiga. Susah senang ditanggung bersama. Sungguh kampus yang luar biasa. Meski di kejar anjing, ditolak responden, dan mengalami kesulitan yang lain. Mahasiswa-mahasiswanya tidak pantang menyerah untuk memperoleh data demi data yang dapat dipertanggungjawabkan.

  • view 155