Detik (851.472.000)

arka
Karya arka  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 November 2016
Detik (851.472.000)

Tahun 1989, pertama kalinya detik berjalan. detik yang mengiringi detak juga degup jantung si buah hati harapan sepasang suami-istri. detik yang lajunya tetap sama konsisten hanya saja dominasi perasaan yang membuatnya seakan berbeda-beda, kadang lambat kadang cepat. detik yang dalam tiap satuannnya kadang terdapat berita, cerita dan derita yang berbeda-beda yang dialami setiap orangnya.
Ialah buku kehidupan yang mencatat detik demi detik itu hingga sampailah sekarang di detik yang ke 851.472.000 dan tanpa terlewatkan bahkan sedetikpun, setiap orang memiliki detiknya masing-masing, dan masing-masing orang mempunyai pilihan-pilihannya yang diproses serta diciptakan oleh pikiran dan hatinya namun didominasi oleh banyaknya ilmu-pemahaman-pengetahuan yang dimiliki.

Setiap detik adalah anugerah, amanat juga kesempatan yang diberikan Allah kepada hamba yang dipilihnya yang diturunkan kedunia ini.

Pernahkan bertemu dengan orang lain yang bilangan detik kehidupannya didunia ini tidak jauh beda dengan kita? pernahkan merasa dan memperhatikan didetik yang sama atau hanya selisih sedikit saja dengan kita itu mempunya banyak prestasi, atau berkehidupan mewah, atau berpendidikan tinggi, ataupun mungkin berprofesi dambaan banyak orang?

Hari ini setelah bertemu orang lain yang seumuran, entahlah.. mendadak muncul sesuatu hal yang melintasi pikiran kemudian memaksa hati untuk menjelaskan atau mencari hikmahnya.

Diusia seperempat abad-nya yang sudah begitu banyak memperoleh prestasi, banyak mendapatkan penghargaan serta banyak sekali menciptakan begitu banyak karya-karya yang diakui serta dicintai banyak orang. ketika beliau menceritakan pengalaman serta gagasannya tentang kesempatan, cita-cita, cinta, harapan serta mimpi. ternyata banyak sekali detik demi detik waktunya didunia ini yang digadaikan untuk menebus dan mengejar kesemuanya itu, berjalan, berlari dan terus mengejar sampai begitu banyak detiknya yang digunakan untuk berjuang, untuk berperang, memaksa meminimalisir keterbatasan dan ketidakmungkinan yang banyak diolok-olokkan teman-temannya entah dalam canda ataupun dalam fakta. memaksimalkan usaha dan do’a-do’anya untuk membuktikan janji-janji Allah bahwasanya takdir memang bisa dikompromikan dengan-Nya asalkan Allah ridlo.

Kini didetik yang ke 851.472.000, setelah melihat dan mendengar sebaya yang begitu menginspirasi dan memotivasi serta membuat iri banyak hati dan pikiran, membuat hati dan pikiranku bertanya sudah sebanyak itu kesempatan, anugerah serta amanat yang diberikan Allah kepadaku, sudah adakah yang bermanfaat meskipun tidak untuk banyak orang namun minimal bermanfaat untuk diri sendiri. berfikir apakah detik sebanyak itu laporan penggunaannya didominasi kebaikan atau ketidak baikan yang mengundang kemurkaan Allah dan menjadi tabungan kita nantinya.

Buku Kehidupan kita terus tertulis seiring dengan masih terus berjalannya detik-detik yang kita nikmati dan jalani ini. buku yang sebegini tebal dan banyak bab nya ini, entah dibab-kan perhari (9.855), per jam (6.386.040) atau per-detik (851.472.000) wallahu a’lam.

Padahal dalam 1 detik selalu ada rasa, cerita, kisah, perjalanan, pelajaran dan makna yang berbeda-beda, dan kini sampailah pada detik yang ke  851.472.000, sudah dapat yang dicari? sudah dapat yang dikejar? sudah dapat yang diimpikan? sudah dapat maknanya?.

 

Gambar dari sini

Dilihat 165

  • Anis 
    Anis 
    8 bulan yang lalu.
    851.472.000 itu sekitar 27 tahun lebih sekian ya Pak?

  • SAM FIRDAUS
    SAM FIRDAUS
    8 bulan yang lalu.
    Detik??? Ah, masalah waktu emang sangat disayangkan jika kita melewatkan dengan hal-hal yang tak berguna kak

    • Lihat 5 Respon