Kelak, Aku Ingin Mewujudkan Keluarga Yang Sehidup Sesurga.

arka
Karya arka  Kategori Renungan
dipublikasikan 06 September 2016
Kelak, Aku Ingin Mewujudkan Keluarga Yang Sehidup Sesurga.

Sehidup sesurga - adalah tema menarik dengan konsep motivasi, Sehidup bimakna kita semua memang sama-sama hidup di dunia dan hanya diberikan kesempatan sekali untuk hidup di dunia ini, dan Sesurga menurut saya merupakan rangkaian kata yang berisi doa serta harapan bahwa semoga kelak akan ditempatkan disurga yang sama-tentunya dengan orang yang diharapkannya. surga  mestinya identik dengan mentaati perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangan Allah, karena jelas-jelas Surga adalah milik Allah semata dan akan dianugerahkan kepada hamba-hamba pilihanNya.

Surga adalah imbalan dari ibadah serta rutinitas-rutinitas yang akan semakin menambah ketaqwaan dan kedekatan kita kepada Allah, begitupun juga ketika hidup berumah tangga yang menempatkan surga sebagai tujuan utamanya, tentu ujian dan masalah serta cobaan menuju surga tidak mudah dan tidak sedikit bahkan muncul bertubi-tubi dari berbagai arah dan juga dalam berbagai keadaan, entah dari istri/suami, entah dari keluarga masing-masing, entah dari teman-teman, entah dari masyarakat, entah dari lingkungan kerja dan bahkan dari dirinya sendiri.

Saya merasakan banyak hal ketika menjalankan rutinitas dan tugas saya sebagai seorang anak dalam keluarga saya, ada banyak hal yang terjadi dan berlaku dalam keluarga saya yang sejauh ini saya catat dan saya garis bawahi untuk nantinya saya jadikan hikmah dan pelajaran untuk saya kedepan tentunya setelah saya menemukan pendamping hidup serta partner berumah tangga (karena saya masih single. curhat....hehehe), entah tentang perlakuan ayah saya terhadap ibu saya, perlakuan ibu saya kepada ayah saya, orang tua saya kepada anak-anaknya serta perlakuan saya dan saudara-saudara saya kepada orang tua saya. saya tahu bahwa semua orang tua sudah pernah menjadi anak namun belum tentu semua anak bisa (dan berkesempatan) menjadi orang tua. Saya sering merasa iri dengan keluarga-keluarga lain yang saya ketahui cerita serta keadaannya jauh berbeda sekali dengan kondisi keluarga saya. Memang ada banyak sekali perbedaan entah dari sisi kecukupan kasih sayang, kecukupan materi serta keterbukaan dan kekompakan antara orang tua dan anaknya yang belum ada dalam keluarga saya, yang ternyata jenis nikmat itu bermacam-macam bentuknya dan tidak seragam dan serupa, mungkin PR nya adalah mencari letak perbedaan-perbedaannya sebagai modal memperbaiki diri, diambil hikmah pelajarannya untuk kemudian bisa menjadikan diri sendiri menjadi hamba yang semakin bersyukur dan bertaqwa kepada Allah SWT dan dipraktikkan untuk membangun konsep sehidup sesurga bersama jodoh sendiri kelak.

Namun setidaknya saya mendapat sedikit-banyak gambaran serta banyak sekali hikmah dan pelajaran ketika membaca buku rumah tangga dan sehidup sesurga ini, ada berbagai pengalaman pribadi serta cerita Bang Fahd Pahdepie yang banyak sekali perbedaannya dengan kondisi keluarga saya namun menginspirasi saya serta menambah catatan saya ketika kelak berumah tangga, tentang hal-hal yang sebaiknya dihindari, hal-hal yang sebaiknya dilakukan, hal-hal yang mestinya diutamakan dan lain sebagainya.

Ketika surga menjadi tujuan utamanya maka seharusnya semua yang dilakukan tidak sedang mengharapkan imbalan dan apalagi sanjungan dari orang lain, karena surga itu memang mahal maka tidak ada salahnya kita membeli surga itu dengan apapun  untuk membelinya. disitu dibutuhkan kesabaran, keikhlasan serta mampu mengubah surga menjadi motivasi terbesar dari Allah SWT karena kekekalan (1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia) kebahagiaan di surga sudah dijanjikan Allah SWT kepada manusia yang iman dan taat kepadaNya.

Sehidup sesurga memberi pengertian bahwasanya mau tidak mau kehidupan adalah satu-satunya cara untuk membuktikan kepada Allah tentang manusia-manusia mana yang benar-benar  layak untuk sampai dan akan tinggal di surgaNya. Ketika kita sudah beriman kepada Allah dengan sebegitu yakinnya, maka selanjutnya memang harus percaya bahwa surga neraka itu memang benar adanya, yang sengaja dipersiapkan Allah untuk mengapresiasi dan juga membalas amalan manusia-manusia sesuai dengan niat yang kemudian dilaksanakan dan untungnya yang benar-benar bisa menilai itu karena Allah atau selainNya ya hanya Allah semata, Allah Yang Maha Adil, Allah Yang Maha Mengetahui.

*Saya baru membaca buku #SehidupSesurga dan Rumah Tangga dari Bang Fahd Pahdepie ini sedikit karena memang di perpustakaan  jumlah bukunya hanya dua dan memang untuk membacanya harus antri dengan ratusan siswa (399 siswa) juga puluhan guru yang ternyata penasaran dengan isi bukunya (karena rata-rata beliau-beliau sudah berumah tangga) padahal ingin sekali setelah membaca buku itu lantas membaca Buku Jodoh - Bang Fahd Pahdepie, namun sayang sekali belum kebeli. Hehe ( Maklum didesak kebutuhan2 lain).

 

Demak, 5 September 2016.

Zarkasi.

NB. :  - Maaf ya Bang Fahd Pahdepie, apabila ada kekeliruan dan ketidak enakan kata serta kalimatnya.

         - Gambar dari Sini