Tulisan Orang Bingung. (Mending jangan dibaca ya, takut nular bingungnya).

arka
Karya arka  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Agustus 2016
Tulisan Orang Bingung. (Mending jangan dibaca ya, takut nular bingungnya).

“Mau-mampu, mau-tidak mampu dan tidak mau-tidak mampu yang membuat saya bingung”

Dilatar belakangi oleh datangnya masalah (ujian,cobaan, persoalan atau lainnya yang sejenisnya) yang bukan hanya setiap hari namun setiap waktu berdatangan dan semakin bertambah, bukan hanya datang dari dan untuk diri sendiri namun juga datang dari dan bahkan kepada orang lain.

Betapa hikmah itu datang bertubi-tubi, bahkan mungkin lebih cepat dari hembusan angin, lebih banyak dari udara yang terhirup namun bedanya kemauan serta kemampuan untuk menangkap dan memaknainya setiap orang mempunyai kemauan dan kemampuan yang berbeda-beda, dan barangkali pada mulanya kemampuan itu juga dipengaruhi oleh kemauan.

Ada hikmah yang datang kedalam diri sendiri kemudian memberi pilihan untuk dimaknai-atau tidak dimaknai, namun tak sedikit pula yang datang kepada dan atau dari orang lain yang ternyata membutuhkan kemauan dan juga kemampuan untuk memaknainya, sampai kemudian di olah lalu dibumbui dan tersaji menjadi syukur yang sehat dan nikmat ketika disantap serta dikonsumsi.

Berserakan (dan banyak) tak terpungut

Setiap pelajaran yang dicari namun tak juga dipahami

Berhamburan (dan banyak yang) tak tercatat

Setiap hikmah yang tak terbaca oleh mata dan hati

(Kadang) Mampu dilihat mata, namun (sering) tak mampu dilihat hati

(Banyak yang) Bisa terbaca mata, namun (seringnya) tak mampu dimaknai oleh hati.

 ------

Mengutip sedikit tulisan :

Berapa banyak dari yang kita minta yang kemudian dikabulkan? Dan berapa banyak dari yang tidak kita minta tapi tetap diberikan? Bukankah jauh lebih banyak hal yang dapat disyukuri daripada satu-dua masalah yang sedang kita hadapi?
-Kurniawan Gunadi.

 Terkadang suatu waktu muncul kata-kata dari dalam diri sendiri bahwasanya, “manusia selalu saja mempunyai alasan untuk bersyukur kepada Tuhannya, dalam keadaan sebesar apapun ujian yang diterima – seberat apapun cobaan yang sedang dipikulnya. Hanya saja butuh pemahaman, ilmu dan juga  pengetahuan untuk menemukan alasan-alasannya”.

Ketika berbicara soal ilmu, pikiranku kembali lagi kepada mau-mampu dan tidak mau-tidak mampu yang lagi-lagi membingungkan. Seketika kutemukan dalam pikiranku barisan kata-kata “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.” entah dari siapa, bagaimana sejarah ditemukannya dan kapan awal mula munculnya kalimat-kalimat tersebut (kalau membahas hal itu bingungku tambah berlipat-lipat mungkin setelah ini harus baca buku mas A. Fuadi dulu) namun dibalik itu semua seperti ada sedikit jawaban dari kebingungan-kebingungan saya, bahwa kemauan yang istiqomah (terus-menerus) bisa mengantarkan seorang kepada kemampuan (atau tujuannya). Sampai disini seperti ada tahapan yang ketika seseorang tidak mau (atau tidak bersungguh-sungguh mau) maka kecil sekali harapan untuk menjadi mampu atau dengan kata lain akan menuju kepada ketidak mampuan (atau barangkali dari awal sudah jelas memilih tidak mampu-tidak mau karena menyerah dan malas). Karena mungkin ketika dalam proses mau dan menuju kepada mampu tersebut akan menemukan ilmu lain tentang kesabaran dalam menunggu dan menerima hasilnya (hasil = mampu-tidak mampu). Sampai disini kebingungan saya malah semakin bertambah, udah jangan dilanjutin bacanya ya....

Ketika mau (dengan sungguh-sungguh) belum berubah menjadi kemampuan dan ternyata dalam perjalanannya ditemui ilmu baru (sabar dan ikhlas) barangkali muaranya adalah di-iman. (ini sebenarnya bahas apa sih, malah arah tulisannya kemana-mana). Karena barangkali iman yang baik (kuat dan tinggi) adalah obat dan motivator kepada setiap ujian-masalah-cobaan-persoalan-atau apakah itu, kekuatan iman bisa mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, mengubah setiap ujian menjadi rasa syukur yang ternyata ada kesabaran dan keikhlasan yang mengantarkannya melihat orang lain yang bahkan lebih berat dan besar cobaan dan ujiannya namun tetap bisa tersenyum-semangat tetap berjuang-bisa bangkit-dan tetap giat beribadah kepada Allah SWT. Karena ketika prasangka baik kepada Allah itu tumbuh dan berkembang insyaAllah semakin kuat langlah kaki semakin bersyukur hati, dan ketika prasangka buruk yang dipilih barangkali beban semakin menggunung, pikiran kian tersesat dan hati kian kotor.

  • Mohon maaf tujuan tulisan ini bukan untuk ceramah ataupun menggurui orang lain, hanya ingin menulis untuk dibaca sendiri. Karena jujur hati ini belum bisa paham dengan hanya sekali baca, juga belum bisa memahami sepenuhnya maksud Allah tentang ujian dan cobaan yang diberikan kepada saya sendiri, tapi tetap berusaha untuk mengimani dan berbaik sangka bahwa inilah yang terbaik untuk saya, inilah tanda dan bukti betapa Allah sayang kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa kepadaNya.
  • "Wa qul rabbi zidni 'ilman".
    Ya Alloh... Mohon tambahkan (ilmu) pengetahuan dan kefahaman hamba terhadap ayat quran dan ayat ghoiru quran. Dengan begitu semoga bisa menambah ke-imanan, ke-taqwaan serta prasangka baik hamba kepada segala rencana, takdir, serta semua yang engkau berikan kepada hamba. Aamiiin....aamiiin... aamiiin... yaa mujibassailiiin...

  • view 297

  • Anis 
    Anis 
    12 bulan yang lalu.
    saya juga demikian.
    sering bertanya, tentang apa hikmah dari kejadian2 yang saya alami.
    mengapa saya harus mengalami ini, mengapa harus begini, mengapa seperti ini.
    mengapa dan mengapa lainnya.

    entah. semoga ada 'kejutan indah' pada waktunya nanti.
    berusaha husnudhon.

    • Lihat 2 Respon