Sebuah mimpi peredam

Arjuna Banjarnegara
Karya Arjuna Banjarnegara Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 April 2018
Sebuah mimpi peredam

Dengan pagi yang telah muncul mentari
Dia terlelap sejenak, itu rasa dia, hanya rasa dia
Nyatanya 2 jam lebih dia pulas dengan sebuah mimpi

Sebenarnya dia tak ingin membagi mimpi ini pada siapapun
dia telah bilang padaku.
kecuali Ibu nya, karena dekatnya dia selalu tenang dan damai
Apapun bisa dia ceritakan padanya

Pukul 10.00 sudah jelas terpampang di tembok rumah nya
Ada sahabat dekatnya memanggil dari luar rumah
seisi rumah riuh rendah memanggil dirinya
Akhirnya dia terbangun

Tunggu, tunggu ..
Ada yang terlewat
Dia sempat bilang padaku kalau dia menemui kekasih nya
dalam mimpi

Ada di sebuah aula besar, tentang acara reuni SMP
katanya dia bersamaku
lalu kekasih nya mencari cari dirinya
sambil membawa tas dan rambut bondol yang menawan
dia melihat namun samar

Tak disangka, dari lantai 3 kekasihnya itu berteriak menyebut dirinya
Dia dan aku yang berada di lantai dasar
aku habis dihajar olehnya
kegirangan dan kerinduan terlampiaskan oleh sebuah teriakan
dari kekasihnya

Dengan tanya sembari menepuk pundak nya,
Siapakah kekasihmu? Bukankah kau tak punya?
tanya ku

Kedua tangannya mengusap wajah
dengan wajah miris dan kebingungan
Dia bilang padaku

Secara raga aku memang tak punya kekasih
tapi percayalah, hati dan jiwa ini selalu bersamanya
seakan akan aku pandai berkomunikasi dengannya

tak berjumpa, tak melempar sapa dan tawa
canggung pun tak ada
dalam hati ini bertanya
bagaimana kah kabarnya? sehatkah dia?

Suara kendaraan menyadarkannya
dia ingin menelepon untuk bertanya kabar
tapi ditangguhkan
dia tak ingin mengganggu

Untukmu, kekasihnya
barangkali kamu membaca ini
Sebuah salam hangat kerinduan darinya
aku wakilkan

  • view 24