Ikhlaskan atau terus berjuang?

Arjuna Banjarnegara
Karya Arjuna Banjarnegara Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 April 2017
Ikhlaskan atau terus berjuang?

 

Ikhlaskan atau terus berjuang? 

Hayyooo, pilih mana? Sebagian dari kita yang pernah merasakan hebatnya jatuh cinta dan kekuatan patah hati ada yang mengatakan, teruslah  berjuang jika ia adalah cinta sejatimu, kamu tidak boleh kalah dengan keadaan. Kita sebut ini sebagai Tipe Pejuang. Dan sebagian lain mengatakan ikhlaskan saja kepergiannya, kalau memang ia milikmu nanti juga kembali. Dan yang ini kita sebut sebagai Tipe Pengikhlas ..

Dan kamu pilih yang mana?

Aku pilih berjuang. Ahhh tidak, kalau Aku lebih memilih mengikhlaskannya.  Aku tidak dua duanya. Hahaha itu terserah, kita yang memiliki hidup, kita yang memiliki cerita, kita yang tahu persis kisah apa yang sedang kita jalani. Hiduplah dan lakukanlah apa yang kita suka, apa yang kita cinta dan apa yang membuat kita bahagia, itu akan membuat diri kita senang menjalani hari. Menjalani hari setelah kepergiannya memang sulit, dan kita sudah tahu itu sulit, masihkah kita mempersulit? Heeeyyy, maaf jika terkesan berat sebelah,  saya tidak pro dengan yang Pengikhlas, tidak juga bertentangan dengan si Pejuang. Terkadang pengalaman adalah guru terbaik meski kita sering memandangnya sebelah mata.

Untuk kamu yang ingin terus berjuang mendapatkannya kembali, lakukanlah jika itu yang kamu mau dan  kamu sukai. Jika di tengah jalan semangat perjuanganmu mulai sedikit pudar, beristirahatlah dan lihat apa yang telah kamu perjuangkan. Masih banyak cara untuk bersamanya kembali.

Untuk kamu yang sudah mengikhlaskannya, lakukanlah itu jika hal itu membuatmu bahagia. Namun, jika saja rasa keikhlasan mu sedikit menurun dikarenakan rindu ataupun yang lainnya, temuilah sejenak. Barangkali itu adalah kebersamaan yang kembali utuh dengannya.

Dan yang terpenting adalah, jika kita benar benar mencintainya, kita pasti ingin melihatnya bahagia. Dan saat dua mantan kekasih menjadi sahabat itu adalah dewasa. Mudah bukan?

*PS : jangan di bawa serius mas, mbak, bang, neng, kak, dik. Kalau kata Joker : Why so serious? Ini cuma curanmor *ehhh curhatan hati maksudnya. Sekali kali nulis gitu kaya apa, gak ngebaca doang. ya walaupun gakjelas, ngisi waktu luang di office mumpung bos lagi ke luar kota.

 

  • view 324