Istiqomah

Arizal Akbar
Karya Arizal Akbar Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 10 Mei 2018
Istiqomah

Buat saya yang seorang muslim, alhamdulillah. Belajar bahasa arab itu berkali-kali lipat susahnya dari belajar bahasa asing lainnya. Kenapa? Karena bukan hanya bahasanya yang rumit tapi juga godaannya yang besar. Godaan apa? Godaan untuk tetap istiqomah.

Menurut saya ini sepadan dengan hasil yang nanti kita dapatkan. Bagaimana tidak? Baru belajar ilmu dasar bahasa arab saja, saya sudah banyak sekali mendapatkan ilmu tentang kehidupan. Seperti yang saya ceritakan pada postingan sebelumnya tentang wanita. Apalagi ketika nanti in sya Allah semoga istiqomah, saya sudah berada di tingkat atas ilmu bahasa arab?

Setan-setan tentunya tidak akan tinggal diam ketika melihat seorang muslim dan muslimah mulai mempelajari bahasa arab. Kenapa? Karena bahasa arab itu ibarat gerigi-gerigi kunci yang sedang di gerinda, sedikit demi sedikit akan membuka pintu ilmu pengetahuan tentang agama menjadi lebih luas.

Salah satu sifat manusia itu tidak sabaran, ya memang sih sabar itu nggak mudah. Makanya orang sabar disayang Allah. Selalu saja sukanya yang instan-instan, mie instan, micin instan, bumbu racik instan. Jadi mungkin sesuau yang wajar bila dalam hal menuntut ilmu pun terkadang kita tak sabaran, selalu saja ingin cepat bisa. Padahal yang namanya belajar itu kan ada tahapan-tahapannya yak. Seperti makanan yang tidak enak saja, ingin rasanya langsung menghabiskan saja, tak menikmati setiap suapannya.

Melampaui tahapan yang seharusnya kita lalui tapi tak kita lewati, akibatnya adalah kita akan mulai merasa bahwa pelajaran tersebut sulit, merasa diri tidak mampu hingga akhirnya menyerah untuk terus belajar. Sampai nanti ketika hujan tak lagi menetaskan duka, langkah terasa berat sekali untuk mulai belajar lagi.

Dan bagian terburuknya ketika nanti kita sudah menemukan semangat untuk belajar kembali ternyata yang mengajari kita adalah teman sekelas kita dulu yang sama-sama belajar bahasa arab. Hanya saja mereka istiqomah, bersabar dalam setiap proses belajar.

Untuk istiqomah memang diperlukan perjuangan yang tak biasa. Ingat, orang-orang luar biasa terlahir dengan habit yang juga luar biasa. Mereka melakukan kebiasaan yang jarang orang lain lakukan. Nggak percaya? Nih coba baca kisah orang-orang luar biasa di sini.

Latihan + pengulangan = habit. Kita bisa karena biasa. Witing tresno jalaran soko kulino. Pembiasaan itu ibarat mata pisau, salah membiasakan maka buruk akibatnya begitupun sebaliknnya jika baik yang dibiasakan maka baik pula akibatnya. Oleh sebab itu berhati-hatilah terhadap apa yang sekarang sedang kamu biasakan. Baik atau buruk? Semoga hal yang kamu biasakan itu hal-hal baik ya.

Karena yang namanya kebiasaan itu susah hilangnya, susah lupanya, kayak ngelupain kamu. Iya kamu.

Kebiasaan-kebiasaan itu seolah tertanam di alam bawah sadar dan kita melakukannya secaara otomatis. Kalau itu kebiasaan buruk, bahaya sekali bukan?

Kita membutuhkan 10.000 jam untuk menjadi seorang ahli dalam suatu bidang. Bruce lee pernah berkata, “aku tidak takut dengan orang yang berlatih seribu tendangan tapi aku takut dengan orang yang berlatih satu tendangan seribu kali”

Tak perlu memulai dengan sesuatu yang besar. Kita ini manusia lemah, memasang target yang terlalu besar hanya akan membuat kita berfikir “apakah aku mampu melakukan ini?” terus seperti itu, yang pada akhirnya kita tak melakukan apa-apa.

Mulai saja dengan target-target sederhana, tapi kita konsisten menjalaninya. Sampai akhirnya tager itu tercapai barulah kita meningkatkan target-target kita. Ingat satu langkah kecil itu jauh lebih berarti daripada tak melangkah sama sekali.

Bagaimana, sudah siap menggapai impian? Berusaha semaksimal mungkin, berdoa dan serahkan sisanya pada Allah semata.

  • view 13