Belajar Bahasa Arab

Arizal Akbar
Karya Arizal Akbar Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Mei 2018
Belajar Bahasa Arab

Assalamualaikum

“Wanita itu spesial sekali tapi sekaligus susah dipahami, atau akunya saja yang belum mampu untuk mengerti”

Beberapa bulan terakhir dalam rangka mensyukuri nikmat dari Allah aku memanfaatkan waktu luangku untuk mengikuti kelas belajar bahasa arab bersama teman-teman sekantorku.

Rasanya sungguh menyenangkan bisa mengikuti kelas ini. Karena belajar bahasa arab adalah keinginanku sejak lama dan akhirnya terealisasi juga. Alhamdulillah.

Pada bab-bab awal belajar bahasa arab, lidahku benar-benar kelu dihajar oleh rindu kata-kata yang tak pernah ku tau. Ditambah lagi teks dari buku pelajarannya tidak ber-harakat, makin pusing lah aku.

Alhamdulillah guru kami adalah seorang yang sabar sekaligus motivator yang juga cetar, beliau selalu menyemangati kami untuk tak menyerah belajar bahasa arab.

Godaan setan akan berkali-kali lipat lebih kuat kepada orang-orang yang bertekad untuk belajar bahasa arab, jadi perjuangan kalian memang tidak mudah, teruslah kuatkan tekad. Keep Istiqomah. Begitu tutur beliau sesaat setelah selesai menyampaikan materi.

Nah sekarang kami sudah sampai pada materi yang bisa dibilang cukup rumit untuk seorang yang tak mengerti bahasa arab sama sekali. Kami mulai diberikan materi kaidah-kaidah, pola kalimat, dan beberapa perubahan kata sederhana.

Disinilah cerita menariknya, ayo siap siap.

Buat yang dari tadi menahan untuk buang air, buang air dulu deh atau tadi ada yang lagi masak nasi di magic jar tapi lupa ngketek tombol cooknya coba di cek dulu.

Udah ? nggak mau bikin mie instan dulu gitu sambil nyemil biar lebir seru bacanya ? beli kopi atau minuman dingin ? kalau mau aku jual kok bisa delivery hubungin aja nomer...*eh kok malah jualan. Sorry gan/sis kebiasaan. *padahal aku nggak jualan apa-apa *yang nanya siapa ? lol

Oke-oke kembali ke mantan eh salaaahh. Kembali ke pembahasan.

Kemarin setelah selesai ujian harian, kami bersama-sama membahas hasil ujian, membenarkan jawaban-jawaban kami yang salah. Sebelumnya aku akan menjelaskan salah satu kaidah dalam bahasa arab agar kalian lebih mudah memahami maksud ceritanya nanti.

Jadi, dalam ilmu bahasa arab segala sesuatunya harus di tentukan jenis kelaminnya. Apakah dia laki-laki atau perempuan. Oleh sebab karena kaidah ini, perubahan-perubahan kata maupun kalimat dalam bahasa arab harus sesuai dengan jenis kelaminnya. Bingung ? Makanya belajar.

Enggak-enggak, aku kasih contoh salah dua kalimat dalam bahasa arab beserta perubahannya :

*baca dari kanan ya, bahasa indonesianya juga.

هذا بيت

rumah ini

هذه حقيبة

koper ini

Nah, bisa liat perbedaannya ? kedua kalimat di atas sama-sama menggunakan kata tunjuk “ini” tapi pada penulisannya kedua kalimat di atas di tuliskan berbeda.

Kenapa ? Kembali ke kaidah di atas tadi. Rumah dalam bahasa arab telah di tentukan jenis kelaminnya yaitu laki-laki dan koper adalah perempuan, sehingga penggunaan kata tunjuknya pun harus sesuai. Unik sekali bukan. *itu rumit, bukan unik kali

Sudah paham ? kalau udah paham kita lanjut.

Di tengah pembahasan hasil ujian tadi, guru kami menyampaikan kaidah-kaidah yang berlaku pada kata “wanita” berserta perubahannya dalam bahasa arab. Entah itu bentuk tunggal dan jamaknya sampai kepada kaidah pemberian harakat pada nama-nama wanita dalam bahasa arab.

Ketika itu beliau menyampaikan, untuk kaidah yang berlaku pada wanita memang spesial dibanding laki-laki. Seketika itu juga aku langsung mencatat plus menggaris bawahi kata-kata beliau yang berbunyi “wanita memang spesial”.

Aku pikir perkataan beliau benar adanya. Wanita memang spesial, ibarat nasi goreng mereka adalah bumbu spesial yang menjadikan nasi goreng tersebut spesial. *meskipun yang spesial atau enggak sama-sama nuggunya lama sih.

Hahaha, enggak begitu. Wanita terlalu spesial untuk di analogikan sesederhana itu dan aku tak mampu merangkai kata betapa istimewanya mereka.

Kesimpulannya.

Dialah wanita..

Dialah wanita yang mampu mengokohkan laki-laki ketika mulai lemah.

Dialah wanita yang bersedia memberi pangkuan ketika laki-laki lelah.

Dialah wanita yang harusnya engkau jaga.

Dialah wanita yang ketika kau ambil ia dari kedua orang tuanya telah menjadikan dirimu tempat pengabdiannya.

Telah habis kata-kata untuk mengungkapnya, sebab mereka terlampau istimewa.

Dan aku hanyalah laki-laki biasa yang jika tanpa bumbu spesial menjadi nasi biasa.

*nasi biasa juga enak kali, tambahin sambel, kecap, ayam geprek, lalapan.

Cahaya bulan kian tertutupi awan, sekian dulu kawan-kawan.

Jika ada sumur di ladang bolehlah menumpang ... *eh sudah sudah.

 

Assalamualaikum

  • view 35