Menghapus Khuldi di Jakunmu

Ariyanisa AZ
Karya Ariyanisa AZ Kategori Puisi
dipublikasikan 02 Juni 2016
Menghapus Khuldi di Jakunmu

 

Ah, taut jemari kita kadang aku tak rasa

Kau tak genggam aku erat, adakah?

Entah mungkin lebih aku yang abai

Hingga simpul memburai cerai, aku kau terurai

 

Kaukah itu selayak tungguku, sayang?

Aku sendirian dan tersesat

Aku lapuk hujan lekang panas

Tolong jelmalah hangat teduh sentuhan

Sebentar, biar titik puncak pada pekik kita sama

Kaukah itu setegas penantian?

Nanti tubuh ini kau gamit mesra

Nadamu berbisik selembut tutur di telinga

‘Kita kembali pulang, bersenang’

Kita menang

 

Sampaikan aku padamu, kumohon

Sehina dina aku tak akan lagi menghiba

Pada lain yang entah

Sebab ruh-mu, sayang

Aku hidup darinya

Lenakan aku hingga mati dipangkumu, biar

Biar, ini sebab cinta

 

Cintakan kita berdua, cukup saja

Sehangat semesra biar juga orang kicaukan apa

Selekat sedekat hingga tak lagi bercelah sudah

Sebab nafas kau pinjam pada laparku, hausmu

Sebab kumandang haruku adalah sorakmu

 

Kau, peluk aku selama masa bisa, sayang

Biar pekik sama Takbir kita

Menang

Cinta atas hawa  

 

June 2nd, 2016

Selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan, 1437H

Semoga meraih sebaik-baik menang.

 Thumbnail milik pribadi

 

 

 

 

 

 


  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    2 tahun yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Bagian tulisan kali ini memilih puisi mewakili pilihan redaksi hingga tiga hari mendatang. Puisi ini tergolong singkat tetapi membuai dengan pilihan kata yang sangat indah. Pemilihan judul yang menarik dan seringnya menggunakan metafora membuat pembaca penasaran menebak apa maksud puisi ini. Dari awal mungkin akan banyak yang mengira puisi adalah ungkapan kasih sayang dua insan manusia padahal yang sebenarnya adalah rasa rindu yang mendalam seorang hamba menyongsong datangnya bulan suci Ramadan. Kangen sang hawa akan segala berkah di bulan tersebut dan kedekatan yang akan dia rasakan sepanjang bulan tersebut adalah inti dari karya ini.

  • Bina Raharja
    Bina Raharja
    2 tahun yang lalu.
    meleleh luluh lantak. luar biasaaa ^ ^

  • Rafi Mohamad
    Rafi Mohamad
    2 tahun yang lalu.
    baguss

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    2 tahun yang lalu.
    Bakal banyak yang salah menduga ini tentang cinta antara laki dan cewek, padahal aselinya bukan karena beberapa 'clue' ga mengarah ke sana.

    Dan gaya seperti ini entah mengapa mengingatkan saya sama 'Istri Kedua' nya karya Dinan yang tentang rokok itu, yang sejak awal beberapa saat diposting Dinan, saya dah menduga bakalan meledak hitsnya, walau memang akhirnya menjadi super meledak efek bantuan 'invisible hand', haha... ^_

    Tapi jika untuk karya yang ini, saya ga yakin akan turut meledak, karena ga semua mampu menafsir puisi (?) dengan baik... ^_

    *Salam hangat dari Negeri Bayangan.

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    2 tahun yang lalu.
    Bagus, saya suka puisinya... ^_