Hukum Newton dan Masadepan Kita.

Ariyanisa AZ
Karya Ariyanisa AZ Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 April 2016
Hukum Newton dan Masadepan Kita.

Tergelitik dengan kalimat diatas. Secara, sudah lebih dari 5 tahun saya tidak lagi pernah bersinggungan dengan hal-hal berbau fisika meskipun dulu tiga tahun habis di SMA dalam program IPA. Tapi harus diakui bahwa saya lemah dalam pelajaran hitungan terutama fisika, sebab entah bagaimana mulanya dan entah apa yang terlewatkan, hampir selalu dalam berhitung untuk menjawab soal-soal fisika saya kehilangan sanad rumus. Hilang arah entah rumus ini datangnya darimana, kenapa harus rumus ini yang digunakan untuk soal ini, dan banyak pertanyaan lain yang membuat kawan-kawan ?scientist? di kelas menggeleng kepala pada saya untuk satu soal mudah bagi mereka.

Well, memangnya kenapa? Saya tidak keberatan tidak mahir fisika, saya sudah cukup menikmati hari-hari bersama pelajaran bahasa, dan malah memilih membaca buku-buku fiksi, biografi dan lain sejenisnya :D

Lalu kenapa sekarang saya harus membahas Hukum Newton?

Senin pagi waktu sekolah setempat, kami melaksanakan upacara seperti biasa. Oya, pelajaran kesukaan jaman SMA membawa saya pada status mahasiswa bahasa, lebih tepatnya mahasiswa fakultas pendidikan bahasa, yang artinya profesi saya pasca graduate adalah seorang guru bahasa, dan mengajar di kelas sebagaimana guru pada umumnya. Hanya saja, saya tidak spesifikasi ke Bahasa Indonesia, lebih tepatnya ke bahasa asing.

Pagi hari ini adalah seorang guru fisika yang secara mendadak ditunjuk Kepala Sekolah menggantikan beliau sebagai pembina upacara. Salah seorang rekan kerja yang bagi saya terlalu waras untuk menyampaikan amanat sebagus itu di tengah lapangan di hadapan seluruh siswa dan dewan guru. Kami -saya dan si guru fisika-, dibalik segala petuah yang berguliran bersama dengan image yang sebisa mungkin diusahakan menjadi luarbiasa pada waktu mengajar di kelas, adalah seteman sebaya yang kadang banyak ?aneh?nya daripada ?betul?nya :D. But, beliau membuka kembali ingatan fisika saya dan mengajak saya berfikir lebih jauh tentang makna yang sebenanya pagi ini.

?Saya ingin mengawali amanat pagi ini dengan satu kisah. Tersebutlah sebuah hari ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang duduk melingkar bersama. Kemudian Ia Sang Rasul berkata : ?dari semua ummatku, mereka akan masuk surga kecuali yang enggan?. Kemudian salah seorang sahabat bertanya, ?Ya Rasul, siapakah gerangan orang yang sebodoh itu menolak masuk surga??. Rasul menjawab, ?Ia yang taat pada Allah dan mengikuti sunnahku akan masuk surga, dan ia yang tidak melaksanakan keduanya tidak akan masuk surga?. ?

Dari pembukaan amanatnya saja, saya yang semula tertunduk mulai menegakkan kepala dan memandang beliau di tengah-tengah kami semua. Tumben, pikir saya.

?Maka bicara surga mengacu pada hadist di atas, bukanlah masalah bisa atau tidaknya kita masuk surga. Tapi adalah masalah MAU atau ENGGAN. Ingat Hukum Newton III ya nak ya, terutama yang program IPA, F.aksi = -F.reaksi. Bahwa apa yang kita lakukan hari ini, kelak akan mendapat balasan yang sama setimpal dikemudian hari. Maka jika kelak kita ingin mendapatkan ?reaksi? atau balasan berupa surga, maka ?aksi? yang mesti kita lakukan juga harus aksi yang bisa membawa kita ke surga.?

Tanpa sadar saya tersenyum sendiri. Dalam kondisi mendadak tanpa latihan sebelumnya, guru satu ini menyampaikan amanat dengan rapi dan lumayan berisi. Yaaah.. setidaknya bagi saya pribadi.

?Seperti juga yang kita semua tau dalam QS. AL-Zalzalah ayat tujuh sampai delapan, bahwa aksi sebesar biji dzarrah pun pasti akan ada reaksinya. Baik maupun buruk. Dan masadepan kalian, nak.. masadepan kita semua adalah reaksi yang akan kita tuai dari aksi hari ini. Sebelum terlambat, perbaiki mulai sekarang juga.?

Dan begitu upacara selesai, di kantor guru saya terjebak penasaran untuk ngobrol lebih banyak. Tentang Hukum Newton tentu saja.

?Jadi, Ar, Hukum Newton sebetulnya kalo dipikir lebih dalem, dia itu pelajaran buat kehidupan kita sehari-hari? beliau mengawali menjawab penasaran saya.

?Contohnya gimana, Mbak??

?Oke kita bahas ya. Jadi awalnya gw juga penasaran sih, kok bisa ya Isaac Newton bikin hukum beginian..? dipenggal gelak tawa kami seperti biasa.

?Jadi, Hukum Newton I,II,III itu semua tentang gerak, Ar. Pertama dibahas di Hukum Newton I, ?f = 0. Artinya, benda yang diam atau tidak bergerak itu tidak memiliki gaya. Diam. Tidak bergerak. Tidak bertenaga. Nol. Contohnya, nih meja! Kalo nggak didorong dia nggak bakal gerak. Jadi kalo lo hidup dan nggak bergerak, diem aja, nggak bergairah, lo sama aja kayak nih meja. Benda mati.?

?Iya tah, mbak? Kok gw baru tau Newton I bisa ngarah kesitu, ya??

?Terus, Hukum Newton II, Ar. ?F = m.a. Gaya resultan samadengan massa dikali percepatan. Hidup kita itu terdiri dari faktor kali antara massa dan percepatan. Ini bisa ngarah ke impian. Jadi semakin besar impian atau goal set hidup kita, kita butuh percepatan yang semakin besar juga. Percepatan itu laju, gerak. Lo punya impian, tapi nggak punya laju, lo hukum Newton I. Semakin besar laju lo, semakin bagus.?

Dalam hati saya hanya membatin, guru fisika yang biasa terlibat dalam lelucon harian saya ini ternyata punya banyak harta karun di gudang penyimpanan memorinya.

?Terakhir, hukum Newton III. Yang tadi gw bahas di upacara, F.aksi = -F.reaksi. Apa yang kelak kita panen itu adalah apa yang kita tanem. Semua ada balesannya.?

Saya manggut. Jujur saja baru kali pertama ini memahami hukum Newton sebermakna itu.

?Tau darimana lo mbak kalo Newton menyiratkan pesen ini di rumus-rumusnya??

?Tafakkur doongg..? sambil ngeloyor meninggalkan saya menuju kelas jam pertama.

?

Well, there?s nothing new under the sky. Hidup hanyalah tentang pola yang berulang. Newton pernah merumuskan semuanya sebab memang formula pergerakan hidup sudah diatur sedemikian rapih oleh Yang Maha Mengatur bahkan mungkin semenjak kehidupan ini belum dimulai. Begitupun masadepan, semua yang akan terjadi sudah terpola dalam satu susunan kerangka yang kita sebut Hukum Alam.

?


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Saya suka sekali...

    Faksi = -Freaksi. Bukankah jika kita memberi aksi positif sebesar maka balasan 'dunia' adalah negatif sebesar gaya yg kita berikan?
    Bukankah Hukum Newton III adalah positif-negatif, baik-buruk, atau berlawanan.

    Pikiran gila, *_*

    Tapi tentang tulisanmu saya suka. Sempat sentil sedikit juga di salah satu tulisanku. Bravo

    • Lihat 2 Respon

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Karya bagus, wajib disundul pake promo, suka... ^_