tak sekedar hidup

Ariska Bimasari
Karya Ariska Bimasari Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Juni 2016
tak sekedar hidup

 

TAK SEKEDAR HIDUP

 

  “pak,kenapa plat motornya tidak dipasang,kan sayang motor baru tapi tidak dapat dipakai   ke kota”

 “siapa yang akan memakainya ke kota?saya beli motor untuk kau pakai kuliah tapi kau

   tampaknya tidak mau kuliah”

Sejenak aku terdiam mendengar perkataan bapak.

“bapak tidak akan memasang plak motornya dan tidak akan memakai motor itu”

“tapi pak,Ilham tidak mau kuliah”

“ya  sudah terserah kamu”ucap bapak yang sekejap telah berlalu dari pandangan Ilham

 “Aku tidak  mau kuliah,aku mau langsung kerja saja bu,aku benci belajar,aku tidak suka”

 “jangan begitu nak,bapakmu hanya ingin melihat kau berhasi saja”

“tapi,langsung kerja juga dapat berhasil bu,tidak semua orang kuliah itu berhasil dan tidak semua orang yang langsung kerja itu tidak berhasil bu,tolonglah bu, coba mengertilah,ini jalan hidupku, masa depanku,aku yang akan jalani bukan bapak ataupun ibu”dengan nada yang melemas Ilham menjelaskannya pada ibunya.

“iya nak, ibu mengerti itu tapi bapakmu tidak mau tahu,ibu sudah membicarakannya beberapa waktu yang lalu tapi bapakmu tetap saja tidak mau mengalah,coba kau yang bicara dengan bapakmu”

“saya takut bu,ibu tau kan bapak bagaimana?”

“itu kamu tau nak,kalau bapakmu susah diatur,untuk cari aman kau turuti bapakmu saja nak”

“mas,main yuk”Mala memeluk dari belakang Ilham untuk mengajaknya keluar jalan

“enggak ahh”Ilham melepaskan pelukan adiknya dan seketika Ilham berdiri dengan muka marah

“ma,ada apa sih?”

“tidak apa apa nak,mas mu tidak mau mendengar saja”

****

     Satu hari merenungkan perkataan bapak,hingga kopi manis yang dibuat Mala masih terasa pahit,aku tidak suka menghabiskan waktuku bertahun tahun hanya untuk kuliah,dan pada akhirnya akan nganggur juga,lebih baik uang untuk kuliah dijadikan modal usaha,toh siapa tau berhasil.gumamku dalam hati, hanya dapat memendam rasa muak kepada bapak,meski bagaimana pun aku tidak bisa melawannya.dia orang tuaku,aku acap kali aku gagal dalam meredam amarahnya tapi kali ini aku mengalah.turuti saja kata orang tuamu,siapa tau ada benarnya.entah kenapa sisi positifku bergumam.

“plat motornya bapak simpan di mana?”

“memangnya kau mau kemana,kau hanya mau keluyuran,bapak tidak memberikannya”

“saya mau daftar kuliah pak” dengan nada yang tidak bersemangat ilham menjawab

“kamu serius?,mau kuliah di mana?”

“di UGM pak,jurusan agribisnis”

“kenapa jurusan itu?apa tidak ada yang lain?”ucap bapak heran

“tapi bapak tidak suka itu,coba yang lain”

“tolonglah pak,hargai pilihanku”

“yasudah,tapi bapak ingin memberikan pesan”

“apa itu pak?”

“kau harus cintai sgala yang kau kerjakan,karena hidup tak bermakna jika kita seperti robot yang tidak mempunyai perasaan dalam bekerja?buat apa bekerja?apa bedanya kita dengan makhluk tidak berperasaan lainnya?”

“yang penting hidup toh pak”ilham menjawab pertanyaan bapaknya sambil memasang plak motornya

“tidak nak,kau akan menyesal jika kau tak mencintai apa yang kau kerjakan yang hanya membuatmu menginginkan upah,hanya itu yang kau mau?bapak melakukan ini agar kau belajar mencintai apa yang tidak kau cintai sebelumnya,seringkali orang dalam bekerja hilang rasa dan membuatnya hanya mendapatkan upah dalam bekerja tapi tidak mendapatkan kebahagiaan atas apa yang ia kerjakan.”ucap bapak sambil mengelus kepala anaknya

      sisi positifku hari ini mendapatkan sinyal,mungkin ini yang terbaik.betul kata orang,orang tua tak pernah salah dan tak pernah menginginkan hal buruk terhadap anaknya.mungkin ini cara lain tuhan membuatku sukses dengan mempelajari tehniknya terlebih dahulu sebelum melakoni profesi tersebut.saya sengaja memilih agribisnis supaya nantinya dapat memanfaatkan  kekayaan Indonesia sebagai negara agraris.

    Dan dari peristiwa ini aku dapat menyimpulkan bahwa ketika kita ingin terbang kita harus punya sayap terlebih dahulu.walau tidak punya sayap setidaknya punya “alat” untuk terbang.jangan hanya sekedar ingin terbang namun tidak tau caranya.

*****

      

 

Dilihat 82