Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
 
5 Desember 2017   22:10 WIB
Project
13.0 Memanggil Kembali Masa Silam
Aku mendorong koperku keluar dari pintu kedatangan bandara Adi Sucipto—Yogyakarta. Udara yang kering ...
5 Desember 2017   22:36 WIB
Project
25.0 Jakarta
Wajahmu sedikit berkilatan biru karena duduk di bangku persis di samping pendaran lampu taman. Kakiku ...
5 Desember 2017   22:01 WIB
Project
9.0 Bagaimana Bila Dia TakIngin Ditemukan?
“Aku tidak mengira kamu benar-benar datang.” Indah membukakan pintu rumahnya dengan wajah yang ...
5 Desember 2017   22:27 WIB
Project
19.0 Misteri Seorang Perempuan
“Hoi!” seruku dari balik punggungmu. Kamu terperanjat dan menoleh ke belakang dengan tatapan ...
21 November 2016   19:21 WIB
Project
Rahasia Lain
Tidak yang baik-baik selama hujan menderas. Itulah yang kemudian kukatakan berkali-kali di dalam hati. Satu ...
11 Desember 2017   13:38 WIB
Puisi
Melupakanmu Bukan Akhir dari Perjalanan Menemukan
Aku ingin bersyukur atas segala yang datang dan pergi bersama waktu di dalam kehidupan. Atas ...
16 Desember 2017   15:26 WIB
Project
Bab 9
[IAN]   Beberapa waktu setelah pertemuan terakhir dengan Aruna, perempuan itu tidak pernah lagi menampakkan ...
7 Desember 2016   04:36 WIB
Cerpen
Lelaki yang Membenci Wajah
Apa gunanya wajah jika hanya menjadi siluet kemunafikan? Pada suatu waktu, Nizam mempertanyakan Tuhan mengapa ...
16 Desember 2017   15:35 WIB
Project
Epilog
Karena memiliki masa lalu yang pahit bukan berarti seseorang tidak memiliki masa depan. Selalu ada ...
21 November 2016   19:20 WIB
Project
Jurang Antara Kenangan dan Harapan yang Dulu Pernah Ada
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi Kakiku melangkah keluar dari ruang teater. Larik ...
5 Desember 2017   21:49 WIB
Project
5.0 Jalan yang Kia Terbuka
Setelah delapan tahun, Jakarta benar-benar menjelma sesuatu yang baru untukku. Sistem transportasi kereta sudah menjadi ...
5 Desember 2017   21:55 WIB
Project
7.0 Kenangan yang Belum Usai
Hujan sore ini kian menderas. Jujur, Jakarta di musim hujan selalu menyenangkan. Aku bisa melihat ...
16 Desember 2017   15:30 WIB
Project
Bab 11
[Ian]   Daun-daun kering taman tersapu angin. Berderik di atas tanah. Saya masih berdiri di ...
5 Desember 2017   22:06 WIB
Project
11.0 Setelah Sekian Lama
“Kenapa kamu diam begitu, Ri?” Suaramu yang selalu bernotasi tinggi itu mulai mengacak ...
11 September 2016   18:38 WIB
Cerpen
Percakapan Bersama Ayah
Wajahnya semakin pias. Peluh mengalir tiada henti. Tangannya menggenggam sebuah tas berisi kertas-kertas pekerjaan. Dasinya ...

Cerita bersambung ini merupakan kolaborasi saya dengan Doddy Rakhmat. Berkisah tentang dua orang lelaki yang tidak pernah saling mengenal namun memiliki kehilangan yang sama; di suatu waktu mencintai perempuan yang sama. Dan keduanya sama-sama tidak ingin kehilangan lagi.

Setelah kepergianmu tanpa kata dan air mata empat tahun lalu di Jantung Warsawa, aku memutuskan untuk mengambi kesempatan sekali seumur hidup; menemukanmu. Jakarta dan Yogyakarta ialah tempat segala bermula dan Warsawa ialah jembatan di antara hati kita.

Aku berharap, satu kali saja bibirku mau berucap padamu, pada rindu yang menyelusup dalam dada diam-diam. Karena kamu adalah samudra perasaan yang akhirnya kuseberangi.

Kumpulan cerita-cerita yang siap meneguhkan hatimu. Dari amuk badai yang meliuk di antara celah kerinduan dan angan untuk melihat orang yang dicintai kembali. Antologi Cerpen Sang Kehilangan

Tentang Inspirator
Kota Asal Jakarta
Jenis Kelamin Laki-Laki
Minat
Tentang Aku Writer | Cerpenis | Author of Senja Pertama and Lampion Senja | Freelance Editor
 Facebook facebook.com/ariqyraihan
 Twitter https://www.twitter.com/@rere_gendenk