Berbeda bukan berarti musuh

Ari Pasaman
Karya Ari Pasaman Kategori Agama
dipublikasikan 26 Februari 2016
Berbeda bukan berarti musuh

? Sering terdengar dimedia maupun dunia nyata yang mayoritasnya adalah orang-orang non muslim mengatakan bahwasanya umat muslim itu ?keras.terroris. dan tidak pernah bertoleransi, sesaat ketika kita mendengar pernyataan itu?membuat kita menjadi?marah dan geram. padahal sebenarnya kita tidak boleh marah bahkan kita harus tetap TERSENYUM dan selalu menampak kan KEBAIKAN kepada siapapun. sebagai seorang yang mengaku muslim haruslah dia mengerti terlebih dahulu apa itu islam dan apa tujuan islam.

apa itu muslim?

dari kalimat " aslama- yuslimu-islaman-muslimun" tunduk.patuh.berserah adapun muslim artinya adalah orang yang berpasrah diri.yaitu berpasrah diri kepada Tuhan yang telah mencipkannya, berarti seseorang yang perpasrah diri kepada Tuhannya adalah orang yang betul-betul menyerahkan dirinya kepada sang pencipta dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi seluruh?larangannya

adapun definisi dari Tuhan yang dimaksud adalah

Tuhan yang satu , Tuhan yang tidak ada serupa dengannya , Tuhan yang tidak beranak dan tidak juga diperanakkan, dan Tuhan yang tidak memiliki sukutu dengan siapapun,

Nah.. didalam kehidupan beragama dan bermasyarakat pastilah kita sering menuai berbagaimacam perbedaan. Mungkin selama ini masih banyak dari kita yang salah dalam mengartikan perbedaan. dari mereka ada yang mengartikan perbedaan sebagai musuh.lawan. saingan dan bahkan ada yang tidak mengerti apa itu perbedaan sampai-sampai mereka tak pernah menggap suatu perbedaan itu ada.

* " Barang siapa yang menyakiti non muslim yang telah berdamai dengan kita. maka akulah musuhnya. dan barang siapa yang bermusuhan dengan aku. maka aku juga akan memusuhinya nanti dihari kiamat" ( Jami'u Al-Hadist, XIX 461)

*didalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas Ibnu malik beliau berkata " disaat?kami bersafar/berjalan bersama Rasululloh Shalallahu 'alaihi wasallam diwaktu bulan suci ramadhan. ketika itu dikalangan kami ada yang masih berpuasa dan ada juga yang tidak " sebab mendapatkan rukhsoh/keringanan", adapun golongan yang tidak perpuasa tidak menyalahkan golongan yang berpuasa. dan golongan yang berpuasa tidak menyalahkan golongan yang tidak berpuasa,

( HR.Bukhari & Muslim).

*dan diantara para ulama ada yang mengartikan suatu perbedaan sebagai koreksi kehidupan seperti perkataan Imam Syathibi didalam kitabnya Al-Muwaffaqat yang meriwayatkan qaul imam qatadah dan?perkataan ini sangat masyhur sekali dikalangan ahli fiqih. yaitu :?

" Barang siapa yang tidak tahu apa itu?perbedaan. maka dia tidak akan bisa sama sekali mempelajari Fiqih"

adapun maksud dari perkataan beliau adalah mengibaratkan orang yang tidak tahu apa itu perbedaan seperti orang yang tidak akan pernah bisa mempelajari ilmu fiqih. sedangkan kehidupan seorang muslim tidak akan pernah terlepas dari yang namanya fiqih sebab seluruh aturan didalam aspek kehidupannya tertuang didalam kitab-kitab fiqih

lantas bagaimana cara kita menyikapi perbedaan tersebut?

>>yang pertama ?kita harus berusaha untuk bisa menerima perbedaan dengan tidak mengganggu atau ikut campur dalam urusan kepercayaan orang lain. sebab nabi Shalallahu 'alaihi wasallam sudah terlebih dahulu mempraktekkannya. ketika Nabi shalallahu 'alaihi wasallam diajak oleh orang-orang yang berbeda keyakinan dengan beliau untuk mengikuti atau menyembah apa yang mereka sembah. dan mereka menjamin juga akan mengikuti apa yang disembah oleh baginda Rasululloh Shalallahu alaihi wasallam. akan tetapi apa jawaban beliau?

" Bagimu agamu. dan bagiku agamaku"?

*mengenai hal ini banyak sekali terjadi kesalahan-kesalah yang kita lakukan.?ketika kita menganggap diri kita sebagai seseorang yang sangat menghargai suatu perbedaan disaat itu juga kita telah lupa akan identitas dan keyakinan kita. dengan mengikuti seluruh kegiatan-kegiatan yang bersifat kepercayaan maupun keyakinan yang dilakukan oleh orang lain seolah kita hidup sebagai orang yang tidak berprinsip dan memiliki suatu keyakinan dan selalu diombang ambing oleh keragu-raguan. inilah realitanya.?

>>yang kedua dalam menyikapi perbedaan kita harus menghargai dan tidak boleh mencaci atau menghina orang yang berbeda keyakinan?dengan kita. dengan menghargai perbedaan yaitu tidak menghina keyakinan orang lain maka akan tumbuhlah suatu kerukunan dan keharmonisan pada kehidupan bermasyarakat. sebab siapapun juga tidak akan pernah mau dihina ataupun?direndahkan oleh orang lain. kita ketahui?sekarang?ini sering sekali terjadi?pertikaian dan pembunuhan hanya diakibatkan oleh perselisihan pemahaman. yang terkadang hanya masalah sepele dan?akhirnya berakar lalu?menimbulkan suatu perkara yang besar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

>> yang ketiga menjaga hubungan dengan sesama manusia. kadang kala ketika kita telah bisa menerima perbedaan dan tidak menyinggung urusan keyakinan orang lain masih saja sering menuai pertikaian dan pertengkaran yang disebab oleh kurangnya komunikasi atau sosialisasi diantara kita dan lingkungan kita yang berbeda keyakinan. tak bisa dipungkiri bahwasanya rata-rata penyebab pertikaian itu terletak pada masalah komunikasi/sosialisasi.?

*Abu Daud bertanya kepada Imam Ahmad " Apakah undangan orang non muslim dihadiri?" beliau menjawab " Ya" jelas didalam perkataan Imam Ahmad ini bahwa beliau membolehkan untuk menghadiri undangan orang non muslim tanpa memakruhkannya.

berarti dianjurkan bagi kita untuk selalu menjaga hubungan dengan cara bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik dengan siapa saja walaupun dia berbeda keyakinan dengan kita

*mungkin hanya inilah yang bisa saya sampaikan untuk menyikapi perbedaan .yang terpenting sebagai manusia jangan sampai kita menyinggung maupun ikut campur dalam urusan kepercayaan atau?keyakinan orang lain. karena inilah sebab utama yang sering menimbulkan pertikaian dan perperangan. dan juga bagi orang yang beragama cukuplah untuk kita hanya dengan tidak mengganggu dan berusaha untuk menghargai orang yang tidak sepaham dengan kita, TANPA?MENGIKUT-IKUTI apa yang mereka kerjakan!!. bagaimanapun juga kita hidup harus memiliki prinsip dan pondasi yang kuat tidak?mengambang dan ikut-ikutan kesana kemari sesuai selera kita. sedangkan kita belum tahu pasti apakah itu dilarang atau diperbolehkan didalam agama kita.

"SELURUH KEPERCAYAAN ITU ADA ATURAN DAN HUKUMNYA MASING-MASING" wassalam

?

?

?

  • view 213