Kenikmatan Tarawih

Arini Falahiyah
Karya Arini Falahiyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Juni 2016
Kenikmatan Tarawih

Sumber gambar : fimadani.com

Apa yang selama ini kita rasakan saat shalat tarawih?

Merasa nyaman, nikmat? Atau bahkan capek?

Walau sama-sama melakukan shalat tarawih, tapi ada kalanya perasaan yang muncul dalam diri berbeda.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nikmat tidaknya saat melakukan shalat tarawih berjama’ah. Terlepas dari terpenuhinya ibadah dan amalan di bulan Ramadhan.

Salah satu faktornya adalah imam. Ketika yang menjadi imam tarawih mempunyai bacaan yang bagus, fasih, dan tidak tergesa-gesa, tentu shalat akan lebih nikmat. Lebih dari 20 rakaat pun tidak akan terasa, bahkan jika tiap gerakan shalat punya jeda yang agak lama.

Faktor yang kedua adalah tuma’ninah/diam sekejap di setiap gerakan shalat.

Mungkin kita sering merasakan seusai shalat tarawih yang dirasa hanya capek. Hal ini bisa karena gerakan shalat yang terlalu cepat. Gerakan shalat yang terlalu cepat menghilangkan kekhusyukan saat shalat, dimana saat jeda yang harusnya muncul sebuah perasaan nikmat pada setiap gerakan akhirnya hilang. Yang ada hanya tinggal rasa capek. Pada akhirnya, tujuan awal bergeser. Yang penting sudah menyelesaikan shalat tanpa ada yang terlewat.

Yang ketiga adalah suasana shalat.

Shalat di masjid yang besar dan jama’ah yang banyak dengan shalat di masjid yang kecil tentunya memiliki kenikmatan berbeda. Beberapa orang mungkin mengatakan shalat di masjid yang besar tentu lebih nikmat, tetapi beberapa orang yang lain malah mengatakan shalat di masjid yang kecil lebih khusyu’ dan nikmat. Tentunya faktor tempat dan suasana mungkin menjadi faktor yang subyektif, tergantung tiap orang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kenikmatan tarawih di atas tentunya tidak sepenuhnya tepat, karena ini hanya sebuah pendapat.

Tapi setidaknya kenikmatan tarawih ini lebih baik kita capai dan rasakan karena rutinitas ini hanya ada saat bulan Ramadhan. Hanya terjadi sebulan selama 1 tahun. Alangkah bahagianya apabila setiap kegiatan dan rutinitas di bulan Ramadhan memiliki kenikmatan tersendiri. Dan pada akhirnya, saat tiba di penghujung Ramadhan kita merasa sedih dan akan sangat rindu karena bulan Ramadhan akan berlalu.

Akhir kata, walaupun setiap orang memiliki bermacam faktor untuk mencapai kenikmatan tarawih yang berbeda, semoga kita bisa mencapainya. Dan semoga Ramadhan kali ini bisa kita lalui dengan barakah, nikmat, dan penuh manfaat.

Amiin ya rabbal ‘alamin..

  • view 184