Laila Sadar

Laila Sadar

Arini Falahiyah
Karya Arini Falahiyah Kategori Psikologi
dipublikasikan 22 Mei 2016
Laila Sadar

Sumber gambar : quotesgram.com

Hari ini Laila sadar, tak ada yang perlu ditakutkan kecuali Bang Sidar.

Saat ibunya keluar, Bang Sidar mengetuk pintu kamar Laila. Terbuka, dan menguncinya.

Laila mencium bau tak sedap dari mulut Bang Sidar, matanya menyala-nyala seperti di sinetron jelek-jelek srigala.

Takut, gemetar..

Tangan Laila berusaha meraih apapun yang bisa dijangkaunya. Melempar ke muka Bang Sidar.

Bang Sidar semakin brutal, liar seperti singa mencari mangsa di National Geographic Wild.

Berteriak, suaranya seperti riak. Timbul dan menghilang.

Laila terisak.

Perlahan, roknya ditanggalkan.

***

Kini Laila sadar, tak ada yang bisa benar-benar memahami.

Semua sibuk mengomentari, tanpa peduli kepedihannya kini.

Teman-teman enggan, tetangga kiri-kanan bergunjing dengan ringan.

Laila hanya bisa bersembunyi, menepi, di kamar yang telah menjadi saksi.

Membuka almari di pojok kamar, meraih botol pengusir serangga.

Menenggaknya.

 

Tepi kamar, 22 Mei 2016