Merajut Doa #2

Arini Arlies
Karya Arini Arlies Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Februari 2016
Merajut Doa #2

Ah, itu hanya Semarang.

?

Apa bedanya dengan jarak antara rumahku dan rumahmu, dan kita yang habis dilumat rindu?

?

Rintihannya tetap syahdu, sesaknya tetap pilu. Dan Egoku selalu mudah terpercik, lalu kalah dengan air mata.

?

Tak habis-habisnya kutahan inginku agar kau selalu disini. Sungguh, bisa saja aku menangis, tersedu-sedu dan mengiangkan rindu agar terpenuhi apa mauku. namun, bukankah Allah menciptakan kita bukan untuk menjadi pengecut?

?

Toh katamu, meski tidak terlihat setiap hari, kita pasti selalu bertemu di rindu yang ber-ruang. Yang disana terdengar namaku yang kau gaung-kan dalam doamu, juga namamu dalam gema doaku. Maka sepuas-puasnya lah kita ada disana.

?

Nampaknya, kita masih harus puas dengan itu bukan?

  • view 153