Jeda

Arini Arlies
Karya Arini Arlies Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Januari 2016
Jeda

Dalam sebuah jeda, adakalanya aku tak lagi bersahabat dengan malam

Bukan berarti aku acuh

Bukan berarti aku ingin bergegas meraih fajar

Atau ingin segera jatuh bersama embun pagi

?

Namun terlalu perih rasanya jika harus mengurai lagi semburat lara yang pernah meraja dan menyanyikan lagi simfoni tak berlagu bukanlah sebuah pilihan

Walaupun aku akan rindu dengan semilir angin dan alunan rembulan, cukuplah aku yang berkisah sendiri tanpa diiringi irama malam yang menyejukkan

Pasti akan terasa menjemukan, namun berkisah sendu tanpa malam memberikan kesempatan untukku sejenak melepas topeng dan terus berhipokrit

Dan aku dengan keleluasaan yang mutlak akan menari mengikuti senandung yang terdengar sumbang

Hanya aku sendiri dan malam tak perlu tahu

Dalam irama jeda yang tak terhitung, Aku akan memejamkan mata dan terus menari. Menari hingga aku lelah sendiri dan jatuh

Malam tak perlu berempati, karena dalam kejatuhanku pun, aku akan terus menari. Menari hingga sampai pada suatu titik aku tak sanggup lagi menari. Entah kapan dan sampai kapan, kau tak perlu tahu.