Melarung Luka

Arini Arlies
Karya Arini Arlies Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Januari 2016
Melarung Luka

First.

?

Sejauh apa pernah kau merindu?

Sekeras apa pernah kau teriakkan rindu?

Sejauh mana pernah kau melangkah untuk yang kau rindu?

?

Jangan kau tanya aku

Karena hingga kini pun aku merindu

Di sukma ini berdiam sebuah nama

Yang dengan egonya berdiri tegak disana tanpa pernah menyerah

Tanpa izinku dan aku tak pernah mau

Mencerai-beraikan inginku untuk menjauhinya

Menelusupi asa ku dengan gaungan namanya, yang entah kapan berhenti

Diam-diam mendatangi mimpiku, lalu berdiri disana menolak pergi hingga pagi

Aku tak mengerti ada rasa seperti ini

?

Aku pongah dan tak kuduga inginku kian jamak

Mendamba senyum, sapa atau sekedar bayangnya

Aku menjauh, pergi dan berlari

Aku tak mau seperti ini

Namun rasa ini tamak sekali

?

-0-

?

Last.

?

Jika rasa ini tak jua pergi

Aku akan mengadu padamu sekali lagi, samuderaku

Akan kubagi perih lukaku ketika kumerindu dan kuraup sepi-sepi yang berhamburan

Kupanggil lagi sayup-sayup suaranya yang pernah menggema di sudut suka dan kuhirup sekali lagi harum langkahnya

Dan bayangnya, ya bayang yang hingga kini setia menemani

Semua, semua akan kubawa serta

Rindu, sepi, langkah dan bayangnya

Luka, perih dan isakku

Semunya. satu persatu akan kularung padamu samuderaku

?

Seiring dengan pasir putih nan hangat di kaki ku, lambaian lembut angin pada anak rambutku dan sapuan dingin airmu pada kedua tanganku, Aku membisikkan doa perpisahan

Nafasku tertahan, tenggorokanku tercekat, pipiku menghangat, bahuku berguncangan dan penglihatanku mulai membayang

Mataku mengikuti arus yang menggila, telingaku menangkap setiap gema yang memancar, jiwaku meronta mencari apa yang baru saja kutinggalkan

?

Larunganku kian menjauh. Jauh.

?

?

  • view 220