Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 26 Januari 2016   17:44 WIB
Habis Jika

Jika laut adalah hijau, bukit adalah biru, siang adalah kelabu, awan adalah hitam, maka kau adalah riuh.

?

Kerap kudengar langkahmu yang sesunyi senyap. Tertatih menggeser dedaunan agar menghindar. Meninggalkan jejak pada basahnya tanah sehabis hujan. Mengendap-endap dalam diam hingga hanya nafasmu lah yang bisa kudengar. Seringkali membuatku ingin berpaling dan mendengarmu lebih jelas sekali lagi saja.

?

Tapi kau tak ada. Kau tahu kau tak boleh ada. Begitu pun aku. Tak boleh ada kita.

?

Mengapa begitu tabu?

?

Tak bolehkah aku mengiringi air agar bersua dengan hilir?

?

Tak bolehkah senja ikut serta dengan malam agar bisa menyapa fajar?

?

Habis kataku jika, lelah sukmaku mengejar kalau. Hanya ada kosong yang bisa kuraih. Dan aku hanya bisa menunggu langkahmu terdengar lagi di ujung malam dalam diam. Karena hanya diam lah yang mau bersahabat. Sementara detik bertalu-talu dan siang malam terus berganti tanpa ampun.

?

Lalu aku bisa apa?

?

Inginku begitu jamak

Rinduku begitu picisan

Bisikku pun begitu lirih

?

?

Jakarta, 2 Juli 2013.

Karya : Arini Arlies