Jodoh

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Februari 2016
Jodoh

Sabtu sore di tengah musim semi yang hangat, aku setengah berlari dipinggiran kota Melbourne, aku melompat kecil berusaha melepas segala beban. Aku ingin lepas bebas, karena hari ini adalah hari spesial buatku. Hari ini adalah hari ulang tahunku, tapi setiap tahun aku selalu merasa sepi tak pernah ada hal yang bisa bersamaku, tak pernah ada orang yang rela hadir sejenak dalam kesendirianku. Ya, hari ini aku hanya ingin merayakan kesedihanku saja.

Kadang aku merasa iri pada mereka yang dengan sangat bahagia bisa berjalan menapaki jalan bersama pasangan, tertawa berdua, menangis bersama. Ah cinta itu aneh ya, dia selalu tidak pernah hadir ketika kita membutuhkannya tapi selalu hadir ketika kita tak membutuhkannya. Tapi apa boleh buat, apa yang aku rasakan kali ini hanyalah sebatas perasaan tidak menerima keadaan; kenapa mereka berhasil dan dengan mudah memiliki cinta yang bahkan tak pernah bisa aku miliki, kenapa hanya sebatas perasaan iri yang mendatangiku.

Aku ingin seperti mereka, sebagai laki-laki yang tak pernah merasakan kehadiran seseorang di sampingnya. Ini adalah hal paling menyedihkan tentunya, ya mungkin aku selalu berkata bahwa semuanya baik-baik saja. Bahwa semua rasa sedih dan kecewaku adalah kepura-puraan yang disengaja, pada kenyataannya aku tak sekuat kelihatannya, aku tetaplah seorang laki-laki yang rapuh sejak awal. Seribu kali berkata ?Aku kuat? aku tak akan pernah bisa menyangkal dan membohongi diriku sendiri kalau aku sudah kehabisan harapan.

Terkadang memakai topeng bahagia memang sangatlah mudah, namun menyembunyikan semua rasa sedih tak akan pernah bisa kulakukan. ?Kamu pasti bisa, kamu harus mencari dan berusaha lebih lagi? Katamu. Kurasa tidak perlu, aku sudah lelah sampai sejauh ini. Aku hanya berharap pada setiap doa yang kupanjatkan setiap malam, pada setiap perkataan, pada setiap permintaan. Semoga Tuhan mendekatkan jodohku, itu saja.

Dibawah daun-daun gugur di musim semi, aku selalu menunggunya. Seseorang yang Tuhan siapkan untukku. Suatu saat nanti lubang-lubang jemari tangan ini akan diisi oleh mereka yang tepat.

Semoga jodohku segera datang.