Jatuh Cinta Diam-Diam (3)

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 18 Februari 2016
Jatuh Cinta Diam-Diam (3)

Siapa aku?

Aku, orang yang diam-diam mencintai kamu, dalam diamku aku berusaha untuk menemukan keindahan dalam dirimu. Menganggumi sebagian dirimu untuk kemudian ku kenang dalam pikiranku. Aku pernah bermimpi bertemu dirimu. Wajahmu cantik, tubuhmu tinggi semampai, kulitmu putih seputih salju. Di dalam mimpi itu, aku berada di tengah keramaian, kau perlahan memanggil namaku dari kejauhan. Perlahan melambaikan tangan lalu dengan sengaja menghilang tanpa jejak. Membuat aku mengejarmu dengan terpaksa.

Kau berlari ke arah selatan, di tengah keramaian yang benar-benar menyebalkan. Tentu saja, aku tak bisa melihat dirimu dari kerumunan orang-orang. Kamu masih terus berlari, tak berhenti menungguku. Kau berlari dengan irama yang berbeda setiap detiknya, kadang lurus, kadang berbelok dengan dadakan, kadang kau memutar kembali ke jalan sebelumnya. Aku tak mengerti maksudmu, tapi aku terus mengejarmu, cinta selalu butuh pengorbanan, kan?

Sampai pada akhirnya kamu berhenti di persimpangan jalan. Menatap mataku lekat-lekat, tersenyum padaku. Ah, entah mengapa ketika kau tersenyum dunia seakan menjadi seribu kali lebih lambat, bibirmu memekar, tanganmu perlahan membernarkan poni rambutmu. Aku masih mengingat persimpangan jalan itu, dan juga perasaan jatuh cintaku yang diam-diam padamu. Perlahan menaikkan kedua alismu dengan seksama, lalu tertawa diujung gerakan itu. Tawamu kini memecahkan suasana, aku ikut tertawa tapi tak selega dirimu, masih ada perasaan terpendam dalam hatiku. Mencintai kamu buatku sama saja seperti menyerahkan sebagian hidupku pada dirimu. Untuk kemudian bisa kau maknai dengan sangat cerdas.

Aku percaya bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi setiap hambaNya, kan? Namun perasaan takut masih menjengukku, aku takut kita hanya di pertemukan bukan untuk dipersatukan. Menjadi sepasang Adam dan Hawa yang barangkali tidak untuk bersamakan.