Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 30 April 2018   21:26 WIB
Pergi

Malam ini aku terduduk di meja kerjaku lagi, memandangi komputer dengan mata nanar. Aku ingin menangis tapi air mata tak kunjung keluar, aku ingin berteriak sekencang-kencangnya tapi mulut ini bungkam. Di detik ini, waktu menunjukkan pukul 9 lewat 7 menit. Aku masih saja terduduk di meja kerjaku dengan tatapan nanar.

Suara keandaraan yang lalu-lalang membuatku kesepian setengah mati, aku tidak punya siapa-siapa bahkan tidak ada tempat yang cocok bagiku. Semuanya kelabu, tidak menjadi gelap dan juga tidak menjadi terang. Aku masih mendengar teriakkan itu. “EH BIADAB! KELUAR LO PECUNDANG!” Dalam lubuk hatiku aku merasa takut, tapi aku juga merasa bersalah. Tapi aku juga sadar bahwa aku tidak sepantasnya diperlakukan seperti hewan.

Kesalahan yang aku lakukan mungkin fatal tapi aku mohon perlakukan aku layak.

Malam ini, bintang tidak bersinar terang. Entah karena memang mengerti aku atau hanya karena mendung datang, tapi yang pasti aku ingin bintang bersinar malam ini. Menerangiku ditempat tergelap bumi. Aku ingin pergi jauh, berlari sampai tidak ada satupun orang mendengar teriakan dan tangisanku, aku hanya ingin sendiri kalau bisa sampai nanti.

Jujur saja, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, aku tidak tahu kemana aku akan pergi, kemana takdir membawaku. Tapi yang pasti teriakkan itu masih terngiang keras di kepalaku. “LO BAKALAN GUE MASUKIN PENJARA BIADAB!” Well, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan dipenjara nanti, tapi mungkin aku bisa bermain catur disana. Memakai baju biru dengan nomor tahanan 2119, dengan wajah berantakan dan muka lebam dimana-mana. Karena selepas ini aku akan menghadapi pertempuran besar. Aku merasa gagal, aku merasa kalah dan tidak caranya keluar dari tempat ini. Nafasku sesak, sesaat setelah itu semuanya gelap. Aku mersakan sebentar lagi aku akan menyusul ayah.

Selepas ini aku akan berdiam, mungkin tidak sebahagia biasanya.

 

Bara Putra Mahendra, 30 April 2018.

 

Karya : Arifin Narendra Putra