Mengakrabi Cinta Dengan Perasaan Lapang

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Februari 2016
Mengakrabi Cinta Dengan Perasaan Lapang

Cinta?

Aku tak pernah tahu definisi soal yang satu ini, kadang cinta selalu bisa menjadi sebab dari segala hal yang indah. Namun, kadang ia bisa menjadi penyebab atas terkabulnya rasa sakit. Aku tak tahu menempatkan cinta pada bagian mana, tapi hati selalu saja secara otomatis menjadi tempat yang paling indah untuk cinta dapat pulang.

Kau tahu dari sekian banyaknya rasa sakit yang datang pada manusia sebagian besar adalah soal cinta. Dia sekali lagi menjadi penyebab terkabulnya rasa sakit, barangkali ini adalah hal yang paling biasa dalam kehidupan percintaan manusia. Aku punya siklus sendiri soal percintaan manusia.

Jatuh pada pandangan pertama ? Percaya diri pada hati ? Nyaman dengan keadaan ? Menyakiti ? Disakiti (Karma) ? Hancur dan jatuh tersungkur ? menemukan orang baru ? Jatuh pada pandangan pertama.

Seperti itu seterusnya, barangkali manusia memang di takdirkan menjalani perjalanan cintanya layaknya Adam dan Hawa. Dipisahkan oleh Jodoh yang sebenarnya beribu-ribu kilometer, lalu dipertemukan di bukit kasih sayang. Mungkin seperti itu juga cinta berasal, semacam pencarian pada Jodoh. Buatku cinta adalah cara manusia untuk dapat melapangkan perasaan, semacam aspirin untuk hati.

Maka karena itu, marilah mengakrabi cinta. Menghargai dan merasakan cinta layaknya Adam dan Hawa yang terjatuh dari surga dan dengan segala kesalahan yang mereka buat, mereka menebusnya dengan apapun. Cinta tak akan pernah berkhianat pada hati, Takdir tak pernah berkhianat pada Akhir. Apapun yang telah Tuhan takdirkan untukmu, selamanya akan tetap menjadi milikmu, dengan cara sengaja Tuhan akan mendekatkan engkau dengan milikmu itu.

Mari berusaha lapang, mari berusaha sabar. Karena cinta selalu butuh kelapangan untuk membuktikan perasaannya.

?

Depok, 14 Februari 2016

Arifin Narendra Putra