Kadang Cinta Bukan Sebuah Dosa, Kan?

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Kadang Cinta Bukan Sebuah Dosa, Kan?

Siang itu saya dan April sedang duduk berdampingan di dalam bioskop, mungkin itu pertama kalinya kami nonton bareng, kurasa. Namun, itu menjadi hal paling mengesankan yang pernah aku alami, pertama kalinya, dan juga semua obrolan kita waktu itu.

?Pril mau makan apa?? kataku mengagetkan

?Terserah, yang penting aku kenyang? sambil tertawa kecil kau mengatakan itu

Aku mengerutkan dahiku. ?Yee dasar? kataku singkat

Kau tersenyum kecil

Ahh, aku selalu suka ketika melihat senyummu, kau selalu bertambah cantik ketika tersenyum kepadaku, kau selalu menjelma menjadi 10 kali lipat lebih cantik dari biasanya. Seandainya waktu bisa kuperlambat aku akan sedikit memperlambatnya ketika kau akan tersenyum.

Kita tiba di tempat makan yang baru saja dibuka kemarin, dan untungnya kita mendapatkan diskon waktu itu sebagai bahan promosi, tentu saja aku senang kau juga tahu aku sendang menabung untuk keperluan yang lainnya, kan? Karena itu kusisihkan sedikit untuk tabungan.

?Kenapa kamu ngajak makan disini?? tanyaku

?Aku mau tahu aja gimana rasanya, soalnya kata sahabat aku disini enak makannya? seru dirimu penuh semangat

?Oh gitu? kataku singkat

?Iya, oh ya aku mau tanya juga deh... Dulu kan aku punya rasa yang beda sama kamu waktu pertama deketin aku, apa yang buat kamu cinta sama aku?? tanyamu penasaran

"Nggak ada? jawabku

?Terus kamu nggak cinta sama aku?? sambil memurungkan wajahmu kau berkaa seperti itu

"Aku cinta kok sama kamu?

?Terus?? tanyamu menunggu jawaban selanjutnya

Aku membenarkan posisi dudukku. ?Denger ya, cinta itu bukan soal seribu satu alasan yang aku kasih ke kamu, cinta itu bukan soal apa dan kenapa, cinta itu bukan soal sebab dan akibat, cinta itu bukan soal ?aku suka kamu? ?kamu mau nggak jadi pacar aku? atau ?aku benci sama kamu? cinta itu bukan cuma soal semua itu. Di atas semua itu cinta cuma soal kita berdua, jalan yang nantinya akan kita buat bersama, tanpa alasan-alasan yang jelas kenapa kita membuatnya, tapi yang pasti kita berdua tahu kalau itu adalah jalan agar kita bisa tetap bersama dalam susah maupun senang. Ketika kamu bertanya apa alasan aku mencitaimu, aku akan menjawab ?tidak tahu? karena pada dasarnya aku mencintai keseluruhan dirimu dengan berbagai rasa yang entah bagaimana bisa kujelaskan, bukan dengan alasan-alasan yang tak pernah bisa kupertanggung jawabkan? jelasku

Kau terdiam.

?Lagi pula aku nggak akan bisa menolak cinta, sekeras apapun aku menolak perasaanku, semuanya akan tetap sama, kamu yang paling erat mengikat perasaan dan pikiranku? lanjutku

Kau mulai memperhatikan.

?Ini juga bukan soal pegangan tangan, ciuman pertama atau apapun yang biasa orang-orang lakukan, ini soal pengutuhan satu sama lain. Tanpa kita sadari kita sudah mengutuhkan satu sama lain, menyublim semua rasa egois kita berdua untuk kemudian dijadikan satu. Ini hanya soal aku dan kamu, tentang sebuah jalan yang kita buat sendiri, kita arsitek unuk hubungan kita sendiri, kan? Jadi nggak ada alasan untuk aku nggak cinta sama kamu? lanjutku

Selang beberapa saat makanan yang kita pesan sudah datang, lebih cepat dari dugaanku.

?Hidup ini aneh ya? katamu sambil mengambil pisau dan garpu untuk makananmu

?Maksudnya?? tanyaku bingung

?Ya, aneh, kenapa kita nggak bisa menolak cinta. Padahal manusia diberi pilihan, kan?? katamu

Pertayaanmu sedikit aneh. ?April, nggak ada satupun orang yang bisa membohongi perasaannya sendiri, kalaupun ada dia hanya nggak mau terjebak dalam rutinitas bernama cinta. Lagipula kenapa harus menolak rasa bahagia? Menerima cinta bukan suatu kesalahan atau dosa, kan? Jalani saja, biarkan mengalir seperti air, yang pasti kita berdua yang paling tahu semua ini akan berujung kemana? kataku

?Ya, benar, cinta bukan sebuah dosa dan nggak ada alasan untuk kita menolaknya? katamu sambil tersenyum

Aku tersenyum

Kau tersenyum

Bahagia