Interlude : Jeda.

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Project
dipublikasikan 09 November 2017
Lembaran Cerita

Lembaran Cerita


Kategori Cerita Pendek

667 Hak Cipta Terlindungi
Interlude : Jeda.

Tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan. Ulangi terus-menerus sampai kau benar-benar tenang. Aku hanya ingin kau sedikit bersantai, jangan kau porsir sesuatu terlalu berlebihan. Aku hanya ingin kau sedikit bersantai, ada kalanya seseorang yang banting tulang dan usaha mati-matian harus punya waktu istirahat seperti manusia pada umumnya.

Tahan disitu, yang aku maksudkan bukan istirahat dalam arti kau tidur, kau tergeletak lemas lalu beberapa saat kemudian nyenyak dalam mimpi yang fana sembari mendengarkan lagu nina bobo dari mamah. Tidak, bukan itu yang aku maksud. Seseorang pernah berkata dalam lamunannya. "Seorang pelari yang baik adalah mereka yang mengambil jeda dalam kecepatannya." . Tidak, kau memang tidak sedang berlari. Kau juga tidak sedang berlomba dalam sesuatu. Tapi kurasa, kau sedang dalam pencapaian yang kau sendiri beranggapan tidak bisa berhenti ditengah jalan. Lalu dengan semangat membara layaknya para ninja Konoha, kau mulai berpikir keras agar apa yang kau inginkan tercapai secepat mungkin, kau mulai memerah keringat agar tiada kata lelah disetiap apa yang sedang kau perjuangkan. Lalu, ibumu berkata dari balik pintu. "Makan dulu ya?" Kau menggeleng kuat-kuat. "Nanti mah, aku masih harus kelarin kerjaan kantor." dan selamat kau telah menjadi robot yang senantiasa menuruti nafsu duniawi.

Sekarang dengarkan baik-baik, kau memerlukan jeda. Tidak, bukan berhenti, hanya jeda. Memperlambat laju larimu sedikit. Kau butuh ruang untuk bersantai, kau butuh ruang untuk berbicara pada dirimu sendiri. "Liburan enak nih." Hanya seperti itu saja. Bahkan seorang pembalap memerlukan jeda untuk membalap lawannya. Kau mengerti maksudku? Sedikit saja, mulailah memelankan lajumu, kau perlu sedikit jeda pada hidupmu. Untuk sekedar bersantai dan tenang. Gita Savitri pernah berkata. "Banyak yang bilang dunia adalah tempat manusia berlomba-lomba. Perlombaan apa yang sedang kita ikuti?" Dan kali ini pertanyaan itu aku serahkan padamu. Perlombaan apa yang sedang kau ikuti? Aku tahu kau tidak sedang berlomba, tapi kau seperti sedang mengejar sesuatu terlalu terburu-buru..

  • view 160