Pembohong yang Bodoh

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Juli 2017
Pembohong yang Bodoh

Ada dua hal yang aku sukai didunia ini.. Pertama menulis, dan yang kedua adalah kamu. Ya kamu, perempuan yang pertama kalinya memandangku berbeda. Disaat semua orang memandangku sebagai seorang sampah, pembohong dan tidak punya bakat apa-apa, kau hadir dihadapanku sebagai seorang Dewi yang memberikan secercah harapan. Layaknya Athena yang memberikan titik benderang ketika perang datang. 
 
"Aku suka baca tulisan kamu di blog." katamu dengan tiba-tiba ketika jam istirahat tiba. 
 
Aku yang gugup hanya terdiam memperhatikanmu. Ini yang namanya cinta, membuat sekujur tubuh berkeringat karena ada perasaan yang ingin meledak didalam. Aku suka ketika matamu menatapku dengan penuh keseriusan. Aku suka senyumanmu ketika kamu sedang manis-manisnya, aku suka semuanya. Bahkan sekumpulan kumis tipis yang berada dibagian bawah hidungmu. Ah, menyenangkan rasanya ketika aku dan kamu bisa sekedar berjalan bersama sambil berpegangan tangan. 
 
"kamu kenapa? Wajahnya pucet gitu? Kamu sakit?"
 
"eeeeee... Aku, aku.." ahhh bodoh, sulit sekali ngomongnya. "mmmmm.. Begini, aku... Aku." tatapanmu makin tajam kepadaku dan saat itulah aku sampai pada puncaknya. "aku harus ke toilet." sesegera mungkin aku pergi dari hadapanmu. Bukan karena aku jijik melihatmu, tapi aku gugup setengah mati. Sumpah deh. 
 
Ahh, aku memang tidak pernah bisa berbohong pada perasaanku sendiri, pembohong macam apa yang takut untuk berbohong? Banyak orang yang berkata aku suka bohong dalam beberapa hal dan tidak bisa dipercaya karena aku terlalu lalai. Tapi kali ini, mungkin aku benar-benar seorang pembohong yang bodoh. Seorang pembohong yang tidak bisa mengungkapkan semuanya secara langsung. 
 
"lo bisa, lo pasti bisa." kataku meyakinkan diriku didepan cermin toilet. "lo pasti bisa." aku yakin terhadap tekadku, mungkin aku pembohong yang bodoh tapi aku bukan seorang pengecut. Aku akan mengungkapkan semuanya. 
 
"hey." panggilmu tiba-tiba didepan toilet laki-laki. 
 
Aku tersentak. "kamu ngapain disini? Ini.. Ini.. Inikan toilet laki-laki?"
 
"aku nungguin kamu."
 
Dan seketika jantungku berhenti berdetak, udara disekililingku berubah menjadi racun, rasanya aku ingin pingsan mendengar ucapanmu. Aku tidak percaya hal ini, keringatku bercucuran deras, membasahi seragam putih abu-abu yang aku kenakan. 
 
"kamu beneran sakit ya? Daritadi pucet wajahnya."
 
"eeee... Aku... Aku..  Aku harus pergi." aku pergi kembali meninggalkanmu. Maaf. 
 
"kamu mau kemana?!" teriakmu dari kejauhan.
 
"toilet!" balasku.
 
"tapi toiletnya kan disini!" aku menepuk keningku, aku memang bodoh menggunakan alasan yang sama untuk kedua kalinya. Ah, aku rasa aku memang pembohong yang bodoh, aku tidak pernah bisa menyembunyikan semua perasaanku padamu. Nakun aku takut untuk mengungkapkannya.
 
Maafkan aku telah membohongimu.


Gambar diunduh disini