Epilog

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Project
dipublikasikan 14 Maret 2017
Sette Migliori Amici

Sette Migliori Amici


Cerita Sette Migliori Amici, ditunjukkan kepada Nosalgia Cinta Pertama. Setiap kita pasti pernah punya orang yang ketika SMK kita suka tapi nggak pernah bisa kita dapetin sampai hari ini.

Kategori Fiksi Remaja

5 K Hak Cipta Terlindungi
Epilog

Menjadi Tidak dicintai adalah keadaan yang paling dibenci. Sulitnya melupakan rasanya juga menjadi bagian yang paling tidak mengenakkan. Tapi itulah cinta. Nikmati permainan jatuh, sakit, bangun dan bahagianya. Bukan apa-apa, kalau tidak begitu rasanya belum ‘hidup’. Kalau tidak begitu, tentu tidak belajar apa-apa. Iyakan saja rencana Tuhan mendatangkan perpisahan, semua rasa sakit pasti ada maksud baiknya. Tuhan tidak jahat. Perpisahan itu ada untuk mengajarkan hati agar menjadi lebih peka lewat air mata yang tumpah. Kemudian meyakinkan, bahwasannya hidup itu luas.

Banyak hal yang aku pelajari, persahabatan yang aku jalin bersama enam orang lainnya, cinta yang terjalin karena ketidaksengajaan nasib yang mempertemukan aku dan Aira dalam satu kelompok yang sama. Kami semua bersahabat, kami semua saling menyayangi, kami saling berbagi dan mendengarkan cerita satu sama lain. Selalu saja ingin menjadi pendengar yang baik untuk sahabat lainnya. Banyak hal yang mungkin perlu aku sesali dari semuanya, ya pertengkaranku dengan Rama soal Aira. Cinta membutakan segalanya, aku dan Rama saling adu jotos karena aku tidak terima Aira menjadi pacar Rama. Saka pun terkena pukulanku. Tidak seharusnya semuanya berjalan seperti ini, persahabatan harusnya terjalin dengan perasaan saling menjaga layaknya saudara. Yang perlahan saling mengingatkan dan tidak saling menghancurkan.

Bagiku persahabatan adalah cara Tuhan mempertemukan kita dengan keluarga kedua, orang-orang yang perlahan akan menemani kita sampai tua nanti. Orang-orang yang barangkali akan datang paling pertama ke hari dimana kita telah meninggal setelah istri/suami kita tentunya.

Banyak konflik yang terjalin pada tali persahabatan karena masalah perasaan dan hal sepele. Soal jatuh cinta bersama sahabat kita sendiri, soal salah paham yang membuat kita menjauhi sahabat kita, soal kejelekan sahabat kita yang seharusnya tidak bergaul dengan kita, dan banyak hal lainnya. Namun diantara semua kemungkinan kesalahan yang ada, sahabat adalah orang yang selalu mendukung kita meski mengetahui kekurangan kita, yang akan memaafkan kita ketika kita meninggalkannya begitu saja, yang akan menyapa kita secara perlahan ketika semua orang tidak peduli terdahap kita. Seburuk apapun kehidupan yang kita jalani, Tuhan selau menitipkan orang-orang terbaiknya untuk berada bersama kita, keluarga, sahabat.

Dan sahabat, penjaga sekaligus teman sehidup semati. Bagiku sudah seperti keluarga sendiri. Keluarga kedua. Sette Migliori Amici, kami adalah sahabat, saudara, keluarga yang lahir dari rahim yang berbeda untuk bertemu dan menjalani semuanya bersama-sama.

“Om.” Panggil Aika sambil berlari masuk ke dalam rumah.

“Aika jangan kabur!” Teriak Kirana dengan tawa yang manis, mereka sedang bermain suatu permainan yang aku tidak boleh ikut bermain. Kata Aika, aku sudah terlalu tua.

Hari ini aku mengadakan Barbeque dirumah bersama keluargaku dan juga keluarga Aira. Dan juga para sahabatku tentunya. Kami memutuskan untuk mengulang semuanya dari awal lagi, membangun kembali semuanya tanpa harus melupakan kenangan yang lama. Menjadikan setiap masalah yang terjadi dalam persahabatan kami sebagai pelajaran agar tidak terulang di hari nanti.

“Dim, gue rasa daging sapinya kurang deh.” Ujar Yuri kepadaku.

“Nahan aja sih, dirumahnya sendiri juga.” Celoteh Moses yang tiba-tiba sudah berada di depan kulkas dan mengambil beberapa minuman bersoda. “Nih Yur dagingnya, hajar lagi.” Sahut Moses.

Aku hanya tersenyum memperhatikan Moses yang sudah berlari ke arah yang lain untuk membantu Rama membakar daging sapi sambil Yuri mengekor di belakangnya. Aira terduduk di kolam berenang bermain bersama anaknya dan juga suaminya. Sudah tidak terasa semuanya, Aira sudah menikah dan mempunyai anak. Anaknya lucu dan menggemaskan tentunya.

“Ikhlas kan?” Tanya Saka tiba-tiba yang berada di belakangku bersama Bayu, entah datang darimana mereka.

“Ikhlas kok.” Jawabku singkat.

Bayu menepuk pundakku. “Ya lo harus ikhlas lah, lagian lo kan udah punya Kirana. Lagian juga Mas Daud lebih tajir daripada lo.” Kata Bayu sambil tertawa, diikuti dengan Saka.

Aku tertawa mendegar candaan Bayu. Kami terlena dalam kebersamaan, sudah lama kami tidak menghabiskan malam bersama seperti ini sejak empat tahun yang lalu sejak aku memutuskan untuk pergi kuliah ke Melbourne. Keluarga Kirana baru saja pulang beberapa menit yang lalu, tapi Kirana masih berada disini bersamaku, masih dengan lesung pipi yang indah dan membuatnya tampak jauh lebih manis. Aku dan Kirana merencanakan untuk menikah tahun depan, dan mungkin akan menjadi bagian terbaik dalam hidupku.

“Perhatian!” Teriak Saka sambil memukul tangannya.

Aku dan yang lain menoleh ke arahnya, mencari tahu apa yang dia ingin lakukan. Seperti ada sesuatu yang serius yang ingin dia katakan kepada para sahabatnya.

“Apaan sih, lagi asik juga.” Seru Aira yang menggendong anaknya dari kolam berenang, namanya Anisa. Persis dan mirip dengannya, tapi mungkin Anisa lebih cantik sedikit karena memikili lesung pipi layaknya Mas Daud.

Saka tersenyum malu-malu, lalu memperhatikan Yuri dengan tatapan bahagia. “Gue punya kabar baik.” Katanya membuat kami semua penasaran dengan kabar baik yang ia bawa.

“Paling juga rumah lo mau ditingkat lagi.” Celoteh Rama tiba-tiba.

Bayu mengangguk. “Kalau nggak mau punya pacar baru.”

Yuri langsung menatap kesal ke Bayu. “HEH APA PACAR BARU PACAR BARU! MAU GUE PANGGANG LO!” Kesal Yuri kepada Bayu, Bayu hanya tersenyum takut sambil dalam batinnya mungkin berbicara. Damai ya.

“Bukan semua, salah kalian.” Saka membuat kami semua semakin penasaran dengan kabar baiknya. “Gue sama Yuri akan menikah tiga bulan lagi dan kami sudah tunangan!” Teriak sumrigah Saka sambil menunjukkan cincin yang berada di jari manisnya. Kami semua seakan tidak percaya, kemudian kami menatap Yuri yang sudah mesem-mesem sendirian sedari tadi sambil mengankat jari manisnya ke udara. Dan terlihat jelas cincin emas 24 karat.

“Whoooaaaa nambah satu nih yang mau nikah. Aira, Saka sama Yuri dan tahun depan Dimas nyusul sama Kirana. Sebentar lagi Sette Migliori Amici bakalan jadi Daycare deh.” Keluh Moses sambil memakan daging sapi yang sudah matang.

“Bilang aja lo cemburu!” Sahut Yuri kepada Moses.

“Nggak, enak aja!” Timpal Moses.

Yuri dan Moses akhirnya bertengkar, Saka dan yang lainnya berusaha memisahkan. Walaupun kami tahu pertengkaran ini hanyalah candaan tidak pernah ada yang menganggapnya serius. Aku memeluk Kirana yang baru saja kembali dari kamar Aika selepas dia menidurkannya. Menatap bintang yang bersinar ditemani rembulan yang cerah, dan pemandangan pertengkaran para sahabatku. Aira hanya tertawa geli di dekat kolam berenang, sambil menutup mulutnya. Ah dia memang selalu saja lucu dan menggemaskan. Aku menatap Aira sambil tersenyum, begitupun Aira dia menatapku sambil tersenyum pula. Aira mengangguk perlahan, aku pun begitu. Kami sama-sama tahu bahwa kami sudah punya jalan masing-masing, dan saling ikhlas satu sama lain.

Aira kembali bermain dengan anaknya ditemani oleh Mas Daud. Kirana yang melihat kejadian itu menepukku dengan pelan.

“Kita kapan kayak mereka?” Sambil menunjuk Aira dan Mas Daud.

Aku tersenyum ke arahnya. “Secepatnya sayangku, secepatnya.” Kataku sambil mengecup keningnya.

Persahabatan adalah cara terbaik untuk membuat kita merasakan kasih sayang dan kepedulian orang lain terhadap kita. Persahabatan juga berarti menyerahkan keseluruhan diri kita kepada orang lain dan melewatinya bersama-sama. Persahabatan juga berarti menemukan keluarga baru, saudara baru yang akan selalu ada disaat susah maupun duka. Dan soal cinta, cinta selalu ada dimanapun kita berada. Tuhan selalu menakdirkan kita untuk berpasangan. Namun, kadang kita tidak pernah bisa mendapatkan perempuan atau laki-laki yang kita inginkan, kita hanya memerlukan seseorang yang kita butuhkan untuk menutupi setiap kekurangan kita dan menjalani semuannya bersama-sama.

Dan yang terbaik selalu datang tepat pada waktuNya.

---- Selesai ----

 

Photo : Enam orang yang paling berpengaruh bagi hidup saya, cerita ini untuk mereka...

 


  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    6 bulan yang lalu.
    Catatan redaksi untuk tulisan:

    Akhir yang manis dan memuaskan dari serial yang dibuat oleh Arifin Narendra Putra ini. Buat yang mengikuti kisah ini, kami harap sepakat dengan pendapat kami bahwa serial ini apik dalam kesederhanaannya, mengangkat kisah yang normal terjadi dalam kehidupan siapa pun. Siapa pun bisa mengambil peran sendiri dalam cerita Arifin ini.

    Akhir yang pas buat semua karakter dalam kisah ini. Si kreator bertindak secara realistis dan “adil” memberi akhir yang tepat, tak cuma buat karakter utama tetapi juga seluruh tokohnya. Teknik penuturan cerita yang asyik, kocak di beberapa bagian, sukses membuat sedih di bagian lainnya, serial ini menghibur bagi yang tidak mengikuti dari awal sekali pun. Buat yang rajin mantengin dari bagian pertama pastinya layak menantikan fiksi Arifin berikutnya di sini. Terima kasih telah berbagi di sini, Arifin!

  • Ali Firdaus
    Ali Firdaus
    6 bulan yang lalu.
    Apa cuma gw yang berusaha nebak kalau Aira itu yang kerudung merah

  • Cinta Az-zahra
    Cinta Az-zahra
    6 bulan yang lalu.
    Ngikutin dari awal, sempet salah fokus di tengah cerita tapi berhubung bagian dua puluh seru waktu itu saya lanjut.. Epilognya menutup ceritanya dengan manis Mas! Great! Sebagai pembaca aku suka

  • Putri Nanda
    Putri Nanda
    6 bulan yang lalu.
    Hihihi kakak!!! Suka sama Epilognya, rasanya bener-bener merangkum dari keseluruhan cerita hihihi.. Dan foto nya, ahh sekarang aku tahu maksud cerita ini dari awal Aku boleh nebak yang mana Aira nya kak?

    • Lihat 2 Respon