Cara Jodoh Bekerja

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Oktober 2016
Cara Jodoh Bekerja

Bagaimana cara Jodoh bekerja? Bagaimana sistem jatuh cinta yang sengaja Tuhan ciptakan ada di hati manusia? Aku masih mencari semua pertayaan yang selalu saja membuatku pusing bukan main.

Aku tak mengerti bagaimana semuanya berjalan, bagaimana cara Tuhan memastikan bahwa kita memang ditakdirkan untuk bisa bersama-sama. Menatap senja dengan senyum sederhana di pinggiran kota. Aku tak akan pernah lupa bagaimana caramu memegang erat tanganku, hingga aku merasa nyaman dan aman. Ketika tubuhmu memelukku dari belakang, sehingga semua yang ada di sekelilingku termasuk udara berubah menjadi hangat, seakan ada mentari yang bersinar terang dalam hatiku ketika bisikkan kata-katamu menyelinap ke dalam telingaku. “Aku sayang kamu.”

Apakah semuanya hanya sebatas itu? Sesederhana itu? Tuhan menjodohkan kita hanya untuk kalimat ‘aku sayang kamu’?

Mungkin untuk yang lebih besar, Tuhan menjodohkan kita untuk setiap kesabaran yang kita bawa ketika teriakkan orang-orang disekitar kita menentang apa yang kita yakini, Tuhan menjodohkan kita untuk menjadi sepasang manusia yang bukan hanya menyamankan tapi juga mengilhamkan satu sama lain. Aku jatuh cinta kepadamu ketika pandangan pertama disebuah pesta pernikahan. Kerudungmu tertiup angin perlahan dengan make up yang kau kenakan, aku melihat sesosok bidadari jatuh dari surga ketika suaramu terdengar di ujung ruangan, ketika kau bernyanyi lagu untuk sang mempelai. Aku ingat betul lagu itu, lagu yang kau anggap sebagai lagu terbaik yang pernah ada, kau menyukai lagu itu, dan kau meyanyikannya kembali untuk ke sekian kalinya.

“Kenapa suka sama Sheila On 7?” Kataku ketika kita baru saja berkenalan lewat sebuah tabrakan sederhana di Booth Es Krim.

“Nggak terlalu suka sih, hanya suka lagunya yang Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki aja, sisanya biasa aja.” Katamu hangat.

Tabrakan kita hari itu mungkin bukan tabrakan berlebihan yang ada di dalam skenario, bukan tabrakan jatuh cinta yang berada pada titik saling menatap selama hampir setengah jam dan baru sadar bahwa kamu adalah yang terindah. Bagiku, hanya butuh waktu sepersekian detik untuk menganggapmu yang terindah yang pernah aku miliki. Ah, kali ini lagu itu berdengung dikepalaku, suara Duta layaknya bunga mawar yang mekar di hatiku.

Hari itu kita bertemu, dan saat ini kita berada di titik dimana kita melewati semuanya hanya untuk sama-sama tahu bahwa Tuhan menjodohkan kita lewat sistem yang entah bagaimana caranya, tapi aku menyukainya. Jodoh adalah cara kita menerka masa depan dan takdir dengan cara yang berlebihan, dan jatuh cinta padamu adalah caraku untuk merangkai masa depan dan menjadikan nyata takdir yang berlebihan itu.

Malam ini selepas Ijab Qabul tadi siang, kau memelukku dari belakang, sambil setengah berbisik. “Aku sayang kamu.”

Dan ya, begitulah cara Jodoh bekerja kurasa, hanya sesederhana ‘aku sayang kamu’.

 

Untuk guruku Ibu Dwi Pujiastuti, selamat menikah, semoga kau memaknai perjodohan Tuhanmu dengan cara yang paling sederhana.