Menulis Lewat Keresahan.

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Agustus 2016
Menulis Lewat Keresahan.

Malam minggu kemarin, gue main-main ke Ruang Tengah Kafe, nimbrung di acara launching buku Antalogi Puisi Mas Bara Pattyradja judulnya Pacar Gelap Puisi. Acaranya berakhir sekitar pukul 21.30 WIB. Gue nggak akan bahas puisi Mas Bara karena ini sekedar info singkat biar kalian tahu aja bukunya Mas Bara.

Gue akan bahas tulisan gue. Kemarin ketika gue menulis Tutorial soal Skenario, banyak yang tanya “Kak kenapa sih kita harus resah kalau nulis? Aku udah coba cari-cari keresahan aku tapi nggak ada sama sekali.”

Oke, jadi begini, kenapa gue bilang menulis harus dari keresahan. Buat gue pribadi, ketika kita memiliki emosi negatif yang kuat maka aliran tulisan kita akan lebih tertata, karena kita tahu apa yang akan kita bahas dan apa yang akan kita tulis, biasanya akan lebih mudah menemukan konflik dari sebuah cerita. Karya yang baik adalah mereka yang datang dari kejujuran. Keresahan yang gue maksud bisa datang dari mana aja, dari orang-orang sekitar, diri kita sendiri, atau dari negara kita Indonesia, atau dari yang lainnya. Keenan Pearce (Pacaranya Raisa kalau belum tahu) pernah bilang “Kita hidup harus punya Shark di belakang kita. Not to big, that will eat you. Not to small, that you keep study. Its big enough to keep you running.” Shark yang dimaksud Keenan bukan Shark yang ada di luar, tapi Shark yang ada di salam diri kita, manusia hidup harus selalu resah dan bertanya karena disitu kita akan tahu tujuan kita kemana. Hal itu yang terus gue inget ketika gue memulai menulis, gue biasanya akan mencari apa yang gue resahkan, kemudian akan gue cari pointnya, lalu gue cari kesimpulannya dan mulai gue tumpahkan semuanya kedalam kertas.

Gue kasih contoh menulis dengan keresahan. Kalian bisa baca tulisan gue Diary Soal Indonesia dan Indonesia Tanpa Rokok yang gue posting beberapa hari yang lalu, kenapa gue menuliskan soal Indonesia, padahal beberapa waktu belakangan gue menulis Romance dan Keluarga. Banyak yang gue resahkan memang dari Indonesia tapi susah kadang gue ungkapin karena memang belum pas aja waktunya, salah satu keresahan gue soal Indonesia adalah masyarakatnya yang terlalu menyalahkan pemerintah, harga rokok naik demo, harga ini naik demo, harga anu naik demo. Gue nggak masalah ada demo, karena semua orang punya pendapatnya masing-masing untuk pemerintah. Pertanyaannya adalah, “Pemerintah nggak bisa merubah Indonesia, percuma kita milih dia.” Kan nggak gitu, kalian tinggal di negara yang sama gitu, tugas merubah Indonesia bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas kita-kita semua. Nggak harus jadi menteri atau presiden untuk merubah Indonesia, dari apa yang kalian punya, dari gagasan yang kalian hasilkan itu sudah satu lagkah kecil membuat Indonesia maju. Ini gue nggak lagi beropini, tulisan yang gue Italic adalah keresahan yang pada akhirnya gue buat jadi cerpen soal Indonesia. Kalau susah bedain akan gue pisah satu-satu.

Keresahannya adalah : Banyak sesuatu yang dari Indonesia itu salah, dan harus diperbaiki.

Pointnya adalah : Masyarakat yang terus-menerus menyalahkan pemerintah dan teriak-teriak “PEMERINTAH NGGAK BISA MEMBUAT PERUBAHAN!” Padahal kan kita yang milih mereka, mereka duduk di sana nggak langsung ada gitu seperti jumper, mereka duduk disana karena kita yang milih. Makanya kalau pas pemilu mlih tuh jangan asal.

Kesimpulannya adalah : Tugas merubah Indonesia adalah tugas semua orang, bukan Cuma pemerintah, tapi tugas masyarakatnya juga. Kalau kita nggak  mau bergerak untuk membuat langkah kecil untuk perubahan, kedepannya akan chaos Indonesia karena yang kita andelin pemerintah aja.

Nah udah gue bedain ya, sekali lagi gue nggak lagi opini.

---

Menulis lewat keresahan adalah cara gue untuk membuat dunia alternatif. Ketika gue menulis, biasanya gue akan mulai membayangkan bahwa gue mempunyai Planet sendiri, yang nama planet nya gue kasih nama sesuai dengan judul tulisan yang gue buat. Gue sebut ini Mind Fiction. Kalian bisa mendapatkan ide dari mana aja, keresahan adalah cara kalian untuk berpikir lebih keras lagi mencari apa yang sebenarnya kalian ingin tuliskan. Kalian harus pinter-pinter narik jauh tali imajinasi kalian untuk bisa membawa emosi negatif itu keluar, nggak perlu yang terlalu kompleks. Permasalahannya disini adalah, kita kadang suka mikir

“Gue kalau nulis ini laku nggak ya?”

“Gue kalau nulis ini viewernya banyak nggak ya?”

“Gue kalau nulis yang kayak gini bakal booming nggak ya?”

Saran gue kalian kalau mau nulis, ya jujur aja. Nggak usah terlalu mementingkan pasar dulu, nah keresahan yang gue maksud adalah cara untuk kalian bisa lebih jujur sama diri sendiri. Percaya sama gue, kalian nggak akan bisa menyaingi Mba Dewi Lestari, Mas Fahd Pahdepie, Bang Raditya Dika, Bang Pandji Pragiwaksono, Mba Dwitasari, dll. Kalian nggak akan bisa menyaingi mereka, karena itu yang harus kalian lakukan bukan menjadi lebih keren atau lebih bagus dari mereka tapi jadi lebih beda. Nah karena setiap keresahan orang beda-beda, disini kalian akan dibawa ke dalam perasaan kalian sendiri untuk menulis sesuatu yang sederhana dan kalian buat menjadi kompleks. Ambil satu keresahan yang ada lalu mulai kembangkan menjadi sebuah cerita yang panjang.

Jadi kesimpulannya. Keresahan kalian akan membawa kalian mempunyai emosi negatif tentang suatu hal, semakin besar emosi itu ada maka akan semakin tertata cerita yang kalian buat. Gue tambahin sedikit soal menjadi beda tadi. Begini, kalau kita papasan sama orang di tengah jalan, kita biasa aja gitu, seakan-akan nggak ada apa-apa. Tapi kalau kita papasan sama orang yang Difabel (Differentiable, dia bisa Cuma beda), kita akan dengan sengaja mandang dia terus bahkan sampai lupa sama masalah kita sendiri, nah maksud gue yang beda biasanya akan lebih di lihat. Orang akan lebih tertarik. Contohnya Raditya Dika, Bang Radit buat buku judulnya binatang semua, dalam kepala kita kalau masuk ke toko buku menemukan judul buku binatang pasti kepikirannya langsung “Ah Bang Radit nih bukunya.”. Jadi usahakan menjadi beda.

Segitu aja dari gue, soal penulisan dari keresahan. Gue akan buat versi video setiap Tutorial, agar kalian lebih paham lagi nantinya. Tapi gue nggak akan buru-buru. Semoga ngebantu untuk menjawab setiap pertanyaan kenapa kita kalau nulis tuh harus resah.

Oh satu lagi, setiap gue nulis opini di inspirasi.co jangan langsung kalian percaya dan ambil gitu aja, karena ini one-sided, ini Cuma pendapat gue aja. Kalian harus baca dan lihat dari sumber lain, karena gue bisa aja salah.

Gitu aja dari gue, sekian.