Indonesia Tanpa Rokok

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Agustus 2016
Indonesia Tanpa Rokok

 Baru-baru ini Indonesia dihebohkan dengan berita bahwa harga rokok naik perbungkusnya 50 ribu rupiah. Efektif gue rasa untuk membuat orang-orang mengurangi merokok. Hal yang paling gue benci dari Indonesia adalah orang-orang merokok di depan anak kecil, gue nggak ada masalah sama mereka mau merokok atau nggak, karena itu kan pilihan. Tapi merokok di depan anak kecil itu kan sama aja memberi contoh bahwa dia harus ikut-ikutan merokok, dan itu artinya mereka yang merokok di depan anak kecil menyukseskan generasi kurang sehat.

Gue seneng banget harga rokok naik, bukan karena gue mau ngelarang orang-orang untuk ngerokok. Ngerokok itu buat gue udah jadi budaya yang baik tapi sebenernya tidak terlalu baik. Kenapa gue bilang seperti itu? Baiknya, penjualan rokok di Indonesia berdampak pada majunya perekonomian tanah air, tapi tidak baiknya, setiap tahun kurang lebih 100 orang meninggal karena rokok. Gue seneng banget, harga rokok naik bukan karena uang yang tadinya untuk beli rokok di pakai untuk keperluan rumah. Bukan itu, gue seneng harga rokok naik karena itu artinya pemerintah berusaha untuk mengurangi perokok di Indonesia.

Paham pembicaraan gue nggak?

“Ah pemerintah gimana sih, harga rokok naik. Kalau kayak gini mau dibawa kemana perekonomian Indonesia tanpa rokok.” Kata mereka.

Pabrik rokok nggak akan bangkrut, karena senaik apapun harga rokok, pasti ada aja orang-orang ciprik yang beli rokok. Kenaikan harga rokok adalah untuk menahan tingkat pembelian rokok di kalangan tertentu. Coba, jaman sekarang anak SD udah ngerokok, jelas. Waktu itu harga rokok 500 Rupiah perbatang. Anak  SD  tinggal bilang sama ibunya minta uang untuk beli mainan, padahal untuk beli rokok. Make sense nggak menurut lo harga rokok kenapa naik?

Masalahnya, Indonesia itu gudangnya orang-orang kreatif, kita itu nggak pernah kehilangan orang-orang kreatif. Oke gini, coba bayangin kalau mereka yang 100 orang yang meninggal karena rokok itu adalah orang-orang yang berpotensi memajukan perekonomian Indonesia di bidang kreatif dan lain-lain, itu artinya setiap tahun kita kehilangan calon orang-orang hebat Indonesia.

Buat gue merokok sama kayak prostitusi. Itu pilihan, gue setuju adanya postitusi, bukan karena gue mau ikut begituan tapi karena itu nggak bisa dihilangin dari Indonesia secara langsung.  Harus pelan-pelan, caranya dengan menahan angka penyebarannya. Kita Cuma harus nahan agar itu nggak tersebar luas aja. Jadi gue setuju prostitusi di adain tapi hanya di satu tempat di Indonesia, agar nggak nyebar. Nah sisanya itu pilihan mereka, kalau mereka mau masuk tempat begituan, ya resikonya mereka di benci di anggap nggak baik. Begitupun rokok, itu semua pilihan. Tapi pemerintah udah ngebantu untuk mengurangi kebrutalan pembelian rokok disegala umur.

Sekali lagi, gue setuju harga rokok naik karena dengan menahan perokok, tidak akan ada 100 orang meninggal karena rokok, dan akan tumbuh generasi sehat dan kreatif lewat tangan-tangan hebat Indonesia.

Mari kita benahi Indonesia, dengan tangan kita sendiri, mengurangi dampak rokok dan berbagai hal yang kurang baik lainnya untuk memajukan Indonesia bareng-bareng.Sekarang pilihan lo tinggal, mau sama-sama memajukan Indonesia dengan generasi sehat dan kreatif atau membuat Indonesia menjadi gudangnya asap.

Mungkin gue akan kutip kata-kata Pandji Pragiwaksono soal rokok dan faktanya.

“Faktanya 100 orang meninggal karena rokok setiap tahunnya. Nomor urut berapakah anda saat ini?” - Pandji Pragiwaksono

#INDONESIATANPAROKOK


  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Yang like dan yang promo ketahuan banget pembenci rokok dan perokok...hahahaa

    yang komen kagak ada dijawab karena mungkin tidak bisa menjawab..

    Isi tulisan di ragukan ke falidan diragukan dan hanya ungkapan kebenciaan akan perokok..

    • Lihat 16 Respon

  • agus geisha
    agus geisha
    1 tahun yang lalu.
    Mengenai menjadi kreatif tanpa rokok, setidak kreatif apakah Pram yang dengan sekali googling mengenainya akan kita dapati potonya sedang menghisap rokok? dan diusia berapa Pram meninggal?

    Mengenai dampak ekonomi dan pasar yang akan ditimbulkan dari naiknya harga rokok, saya sedikit jelaskan ditulisan saya.

  • rahmatullah usman
    rahmatullah usman
    1 tahun yang lalu.
    apakah ada data yang anda ketahui,bahwa berapakah orang mati setiap tahunnya tanpa merokok?,

    data yang ada dalam tulisan anda bahwa 100 orang meati setiap tahunnya karena rokok,lantas apakah ada data yang anda ketahui bahwa berapa orang mati setiap tahunnya tanpa rokok? dan mana kah yang lebih banyak?